678 Ribu Data Pajak Warga Prancis Dicuri Hacker, Kementerian Keuangan Angkat Bicara

Hacker ZeroBytes membobol sistem Kementerian Keuangan Prancis dan mencuri data 678 ribu orang, termasuk data pajak dan bisnis. Data akun pengguna tetap aman, tetapi data pertanahan juga diakses. Pemerintah Prancis menutup akses dan menyelidiki insiden bersama ANSSI.

Aug 29, 2026 - 02:14
Updated: 2 months ago
0
678 Ribu Data Pajak Warga Prancis Dicuri Hacker, Kementerian Keuangan Angkat Bicara
678 Ribu Data Pajak Warga Prancis Dicuri Hacker, Kementerian Keuangan Angkat Bicara

Jakarta, CNN Indonesia -- Peretasan kembali menimpa lembaga pemerintahan Prancis. Kali ini, sistem Kementerian Keuangan Prancis berhasil dibobol oleh hacker, dan setidaknya 678 ribu orang terdampak atas pencurian data tersebut.

Kementerian Keuangan Prancis membenarkan adanya peretasan terhadap sistem Direktorat Jenderal Keuangan Publik (DGFiP). Insiden ini terungkap setelah pelaku dengan nama samaran ZeroBytes mengklaim serangan tersebut dan menjual database curiannya pada 12 Agustus di forum peretasan PwnForums.

"Investigasi mendalam sejak 12 Agustus 2026 menemukan bahwa titik akses ini telah digunakan untuk mengakses dan mengambil data 678 ribu orang dan profesional," kata Kementerian, melansir Bleeping Computer, Senin (17/8).

Data yang dicuri meliputi data pajak dan bisnis seperti pajak penghasilan, rasio pajak keluarga, tarif pemungutan pajak, nama perusahaan, dan nomor SIREN. Namun, data akun pengguna individu dan profesional tetap aman, ID dan Password tidak ikut dibobol.

ZeroBytes juga mengaku telah menembus platform sistem portal pertanahan nasional, Serveur Professionnel de Données Cadastrales (SPDC). Sistem tersebut berisi basis data dan catatan kepemilikan properti seluruh negara.

"Data pertanahan seperti alamat dan ukuran properti juga diakses. Segera setelah pencurian data teridentifikasi, DGFiP melaporkannya kepada Otoritas Perlindungan Data Prancis (CNIL)," jelas mereka.

Meskipun sistem portal tersebut memuat data milik 20 juta warga Prancis, peretas berhenti menyedot data setelah mengambil 252 ribu data milik lebih dari 2 juta orang karena kerumitan prosesnya.

Segera setelah serangan terdeteksi, administrasi pajak Prancis menutup akses ke sistem informasi sensitif dan terus menyelidiki insiden ini bersama Badan Keamanan Siber Nasional Prancis (ANSSI) untuk menilai dampak penuhnya.

Kementerian Keuangan Prancis menyatakan akan menghubungi seluruh pengguna yang terdampak melalui email atau surat resmi untuk memberi tahu detail data yang bocor dan langkah pencegahan yang perlu dilakukan.

Insiden ini merupakan lanjutan dari rentetan kasus peretasan lainnya di lembaga pemerintahan Prancis. ZeroBytes dalam postingannya menyindir kelambatan pemerintah dalam menanggapi pencurian ini. Sebelumnya, pada Januari, 43 juta informasi pribadi berhasil dibobol dari badan ketenagakerjaan nasional France Travail. Sebulan kemudian, 1,2 juta database akun bank nasional FICOBA diretas, dan baru-baru ini 19 juta data dari lembaga pengelola dokumen administratif France Titres juga berhasil diretas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User