35 Match Commissioner PSSI Sumbar Ikuti Pembekalan Intensif, Targetkan Piala Soeratin 2026 Lebih Profesional
Sebanyak 35 Match Commissioner PSSI Sumatera Barat mengikuti refreshment di Padang sebagai persiapan Piala Soeratin 2026. Kegiatan ini menekankan pemahaman teknologi, pelaporan digital, media, dan komersial untuk mewujudkan kompetisi yang profesional dan akuntabel.
Sebanyak 35 Match Commissioner PSSI Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti kegiatan Match Commissioner Refreshment yang digelar di Kawana Hotel Padang, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menyambut kompetisi Piala Soeratin 2026 yang akan datang.
Acara dibuka oleh Sekretaris Umum PSSI Sumbar, Hendra Dupa, yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Sumbar, Indra Dt Rajo Lelo. Dalam sambutannya, Hendra mengapresiasi antusiasme para peserta yang hadir dalam agenda pembekalan tersebut.
Hendra menyebutkan bahwa kegiatan refreshment kali ini memiliki arti penting karena untuk pertama kalinya pembekalan menjelang Piala Soeratin diikuti oleh Match Commissioner dalam jumlah yang cukup besar. Ia juga menilai Match Commissioner asal Sumbar memiliki rekam jejak yang baik di pentas sepak bola nasional, terbukti selalu ada yang dipercaya bertugas di level nasional setiap musim kompetisi resmi PSSI.
"Match Commissioner dari PSSI Sumbar tidak pernah absen di liga tertinggi Indonesia. Ini bukti bahwa sumber daya manusia kita punya kualitas yang diakui secara nasional. Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya untuk terus naik kelas," ujar Hendra.
PSSI Sumbar menargetkan Piala Soeratin 2026 tidak hanya menjadi ajang pembinaan dan pencarian talenta muda, tetapi juga mampu menghadirkan tata kelola kompetisi yang profesional. Persiapan dilakukan dengan mematangkan pemahaman perangkat pertandingan terhadap tuntutan penyelenggaraan sepak bola modern, termasuk teknologi, sistem pelaporan digital, media, broadcasting, hingga aspek komersial.
Ketua Panpel (Operator Piala Soeratin) Sumbar, Renol "Palek" Fadli, menegaskan bahwa cakupan materi refreshment tahun ini diperluas agar seluruh Match Commissioner memiliki pemahaman yang seragam dalam menjalankan tugas. "Tantangan penyelenggaraan pertandingan saat ini semakin luas. Bukan cuma soal regulasi, tetapi juga mencakup teknologi, sistem pelaporan digital, tata kelola media, broadcasting, hingga aspek komersial. Semua ini harus dipahami secara seragam," tegas Palek.
Materi pembekalan disampaikan oleh instruktur Edrizal, satu-satunya Match Commissioner asal Sumbar yang tidak pernah absen bertugas di kasta tertinggi kompetisi nasional, Liga 1 Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memberikan pemahaman kepada peserta mengenai dinamika tugas di level nasional. Peserta juga mendapat kesempatan untuk bertukar pengalaman terkait pelaksanaan tugas di lapangan.
Salah seorang peserta, Rusydil Fikri, menilai kegiatan ini memberikan manfaat besar, terutama dalam mempertegas kembali tugas dan tanggung jawab sebagai pengawas pertandingan. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi, diskusi, dan bertukar pengalaman dengan sesama Match Commissioner, termasuk mereka yang telah berpengalaman di level nasional.
Melalui pembekalan ini, PSSI Sumbar berharap kesiapan perangkat pertandingan semakin matang sebelum Piala Soeratin 2026 bergulir. Kompetisi usia muda itu diharapkan tidak hanya melahirkan pemain potensial untuk masa depan sepak bola Sumbar dan Indonesia, tetapi juga menjadi contoh penyelenggaraan kompetisi yang aman, tertib, profesional, dan akuntabel.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)