Viral Video Perempuan Disabilitas di Pesisir Selatan, Warganet Desak Polisi Buka Suara
Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap perempuan penyandang disabilitas di Pesisir Selatan viral di media sosial. Warganet mempertanyakan penanganan laporan yang sudah sekitar satu bulan. Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan belum memberikan tanggapan.
Kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa seorang perempuan penyandang disabilitas di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menuai perhatian publik setelah videonya viral di media sosial pada Selasa (27/10). Korban yang dalam pemberitaan ini disebut Melati untuk melindungi identitasnya itu menceritakan pengalaman dugaan asusila yang dialaminya melalui unggahan akun Instagram @infopesisirselatan.
Dalam video tersebut, Melati mengungkapkan bahwa celananya dibuka dan dirinya diduga menjadi korban persetubuhan. Ia juga mengeluhkan rasa sakit pada alat kelaminnya. Unggahan itu telah ditonton sekitar 22 ribu kali dan menuai ratusan komentar dari warganet.
Publik pun mempertanyakan perkembangan penanganan laporan yang disebut telah disampaikan kepada pihak kepolisian sekitar satu bulan lalu. Sejumlah warganet menyampaikan kritik dan mendesak agar kasus tersebut ditangani secara profesional dan transparan. Salah satu pengguna Instagram, @pratamagara, berharap kasus serupa tidak kembali terjadi di Pesisir Selatan.
Komentar lain datang dari @ngelnovita yang meminta perhatian David WW dan mempertanyakan perkembangan penanganan perkara yang menurutnya telah hampir satu bulan dilaporkan. Akun @akak lona juga menyoroti lamanya proses penanganan, sementara @sutanjordi mempertanyakan apakah Tim Klewang dari kepolisian di Padang perlu turun tangan.
Ramainya komentar menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap perlindungan perempuan penyandang disabilitas. Warganet berharap aparat kepolisian memberikan penjelasan mengenai perkembangan laporan serta langkah-langkah yang telah dilakukan dalam penyelidikan.
Namun, kritik di media sosial tidak serta-merta membuktikan bahwa polisi tidak melakukan penanganan. Perkembangan perkara, tahapan penyelidikan, serta kendala yang mungkin dihadapi perlu dijelaskan oleh pihak berwenang agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.
Saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut, Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan, IPTU Ai Am’ar Faradhyba, belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan. Upaya konfirmasi melalui telepon oleh wartawan juga belum mendapat jawaban.
Publik kini menantikan penjelasan resmi dari Polres Pesisir Selatan mengenai status laporan, langkah penyelidikan yang telah dilakukan, serta upaya perlindungan terhadap korban. Penanganan yang cepat, profesional, dan berperspektif korban penting untuk memastikan hak-hak perempuan penyandang disabilitas tetap terlindungi. Kasus ini menjadi pengingat bahwa dugaan kekerasan seksual terhadap kelompok rentan harus ditangani secara serius, tanpa menunggu tekanan publik atau viralnya sebuah unggahan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)