Menhan Inggris Peringatkan Warga: Siapkan Stok Makanan, Perang Bisa Pecah dalam 1.000 Hari
Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting meminta warga bersiap menghadapi kemungkinan perang di Eropa dalam 1.000 hari atau sekitar 2030. Ia menyerukan penyimpanan stok makanan dan minuman, seiring peluncuran kampanye Be Ready yang mengimbau rumah tangga menyiapkan kebutuhan pokok untuk tiga hari darurat.
Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting mengeluarkan peringatan serius kepada warganya soal kemungkinan pecahnya perang di Eropa dalam waktu sekitar 1.000 hari ke depan. Ia meminta masyarakat mulai bersiap, termasuk mengumpulkan stok bahan makanan dan minuman guna mengantisipasi kesulitan pangan jika konflik benar-benar terjadi.
Peringatan itu disampaikan Streeting melalui tulisannya di The Telegraph pada Sabtu (24/10). Menurut dia, musuh-musuh Inggris akan bersiap menyerang pada 2030, sehingga Inggris bersama aliansi negara anggota NATO hanya memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk melakukan persiapan.
"Keinginan pihak lawan untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Hal yang telah berubah adalah kapasitas mereka. Menjelang tahun 2030, kekuatan militer dan ekonomi perang mereka dapat menempatkan mereka dalam posisi untuk melancarkan serangan," tulis Streeting, dikutip dari Anadolu Agency.
Ia menegaskan bahwa waktu yang tersisa sedikit lebih dari 1.000 hari harus dimanfaatkan untuk menyelesaikan misi utama, yakni bersiap bersama sekutu agar mampu bertempur dan meraih kemenangan. "Untuk mencegah skenario terburuk, kita harus bersiap menghadapinya. Prioritas utama saya adalah memastikan negara ini siap untuk bertempur dan memenangkan perang," tambahnya.
Streeting juga menyoroti ancaman yang kian berkembang dari negara-negara yang memusuhi Inggris, serangan siber, kejahatan terorganisasi, hingga perubahan iklim yang berisiko terhadap infrastruktur krusial. Dalam pernyataan kepada BBC, ia menyebut Inggris kini menghadapi tingkat ancaman yang lebih besar dibandingkan yang pernah dialami sepanjang hidupnya.
Peringatan tersebut muncul bersamaan dengan peluncuran kampanye pemerintah bertajuk Be Ready atau Bersiaplah. Kampanye ini mengimbau setiap rumah tangga menyimpan persediaan kebutuhan pokok yang cukup untuk bertahan selama tiga hari jika terjadi keadaan darurat nasional.
Panduan kampanye menyarankan warga menyimpan air minum dalam kemasan, makanan yang tidak mudah rusak, uang tunai, dan kebutuhan pokok lain di rumah. Pemerintah menegaskan inisiatif ini bertujuan memperkuat ketahanan nasional, bukan respons terhadap peringatan intelijen tertentu.
Menurut Streeting, istilah seperti perang hibrida dan ancaman zona abu-abu tidak lagi cukup menggambarkan risiko yang ditimbulkan oleh negara-negara yang memusuhi Inggris. Karena itu, ia menilai kesiapan nyata di tingkat masyarakat menjadi semakin penting di tengah situasi keamanan yang berubah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)