Tak Ada yang Kuasai 61 Kursi, Presiden Israel Panggil Semua Ketua Partai Bahas Calon PM

Presiden Israel Isaac Herzog mulai mengumpulkan para ketua partai pemenang pemilu untuk berkonsultasi menentukan calon perdana menteri. Ia harus menunjuk kandidat pada 10 November, namun tak ada blok yang menguasai 61 kursi. Blok Netanyahu meraih 53 kursi dan blok Eisenkot 48 kursi, sementara partai Arab mengejutkan dengan 19 kursi. Jika kandidat gagal membentuk kabinet, Israel berpotensi menggelar pemilu ulang.

Nov 05, 2026 - 20:01
Updated: 1 day ago
0
Tak Ada yang Kuasai 61 Kursi, Presiden Israel Panggil Semua Ketua Partai Bahas Calon PM
Tak Ada yang Kuasai 61 Kursi, Presiden Israel Panggil Semua Ketua Partai Bahas Calon PM

Presiden Israel Isaac Herzog resmi menerima hasil pemilihan umum parlemen pada Rabu (4/11) dari Komite Pemilu Pusat. Setelah menerima hasil tersebut, ia langsung memanggil para pemimpin partai yang lolos untuk memulai konsultasi pembentukan pemerintahan baru.

Dalam sistem politik Israel, presiden memang bertugas mengumpulkan ketua partai pemenang usai menerima hasil pemilu. Forum konsultasi ini menjadi tahap awal untuk menentukan siapa saja tokoh yang layak dicalonkan sebagai perdana menteri.

Herzog dijadwalkan menunjuk salah satu calon perdana menteri pada 10 November mendatang. Kandidat yang ditunjuk kemudian diberi waktu 28 hari untuk membentuk kabinet. Jika waktu tersebut dirasa kurang, kandidat masih bisa memperoleh perpanjangan maksimal 14 hari.

Pada Rabu, Herzog telah menggelar pertemuan dengan perwakilan faksi Religious Zionism-Zehut, Shas, dan Yisrael Beytenu. Pertemuan itu berlangsung hingga malam hari dan akan dilanjutkan pada Kamis (5/11).

Delapan partai lain, termasuk dua faksi Arab, dijadwalkan menemui Herzog pada Kamis ini. Partai Yashar yang dipimpin eks panglima militer Gadi Eisenkot dan Partai Likud milik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan menjadi yang terakhir ditemui.

Hasil pemilu 27 Oktober lalu menunjukkan blok Netanyahu memenangkan 53 kursi, sedangkan blok Eisenkot memperoleh 48 kursi. Tidak ada satu pun kubu yang berhasil mengamankan 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan.

Kebuntuan ini berpotensi terpecah jika salah satu kubu bersedia bersekutu dengan partai Arab. Partai Arab secara mengejutkan berhasil mengamankan 19 kursi parlemen. Namun, Netanyahu telah menegaskan tidak akan bekerja sama dengan partai Arab, sementara Eisenkot sejauh ini juga belum menunjukkan tanda-tanda bersedia.

Meski begitu, salah satu partai Arab telah menyatakan kesiapannya mendukung Eisenkot agar pemerintahan Netanyahu bisa dilengserkan. Jika kandidat yang ditunjuk gagal membentuk kabinet, presiden akan mengalihkan mandat kepada kandidat lain. Apabila seluruh upaya tetap gagal, Israel harus menggelar pemilu ulang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User