Erick Thohir Tutup Media Cup 2026, Soroti Pentingnya Kesehatan Wartawan Olahraga
Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Dirut I.League Ferry Paulus resmi menutup Cendrawasih Karsa Media Cup 2026 di ASIOP Stadium, Jakarta. TVRI keluar sebagai juara setelah mengalahkan iNews.id 4-0, sementara SCTV menempati peringkat ketiga usai menundukkan Detik.com 4-3. Erick menekankan turnamen ini penting untuk menjaga kebugaran dan keakraban insan pers olahraga.
Gelaran Cendrawasih Karsa Media Cup 2026 resmi berakhir. Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Direktur Utama I.League Ferry Paulus menutup turnamen yang digelar di ASIOP Stadium, Jakarta, Kamis (5/11) tersebut.
Ajang tahunan edisi kelima bentukan PSSI Pers ini berlangsung selama tiga hari sejak Selasa (3/11) dan diikuti 16 media nasional. TVRI keluar sebagai juara setelah mengalahkan iNews.id dengan skor 4-0 di partai final. Sementara itu, SCTV mengamankan posisi ketiga usai menundukkan Detik.com dengan skor 4-3.
Bagi CNN Indonesia, edisi kali ini berjalan kurang mulus. Langkah mereka langsung terhenti di fase awal setelah kalah 0-3 dari iNews.id pada laga perdana. Hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar tim CNN Indonesia tampil lebih kuat pada musim depan.
Erick Thohir mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan turnamen yang diketuai Nizar Galang itu. Menurutnya, kompetisi ini menjadi wadah untuk menjaga kebugaran insan pers di tengah padatnya aktivitas jurnalistik.
"Bagus. Memastikan para media olahraga sehat. Karena dalam meliput kan kadang-kadang tidak ada waktunya. Sudah begitu, dikejar-kejar tenggat waktu. Jadi, kesehatan penting, dan juga akrab," ujar Erick di Stadion Asiop, Jakarta, Kamis (5/11).
Erick juga menyoroti terciptanya juara baru pada edisi kali ini. Ia berharap tradisi tersebut berlanjut pada tahun-tahun mendatang, sekaligus menegaskan komitmen PSSI, liga, dan media untuk terus bersinergi menjaga kredibilitas sepak bola nasional.
"Saya mengapresiasi, event ini harus bergulir terus. Apalagi, baru saja ada pemecahan rekor, juara bertahan dikalahkan oleh juara baru. Mudah-mudahan tahun depan ada juara baru lagi," tuturnya.
Senada dengan Erick, Ferry Paulus menilai turnamen ini sebagai instrumen penting untuk merekatkan hubungan antara pengelola kompetisi sepak bola nasional dan awak media. Menurutnya, media merupakan pionir penghubung komunikasi dengan khalayak ramai.
"Kalau ada pertandingan seperti ini, paling tidak ada faktor fair play yang dijunjung. Kalau ada fair play, tentunya juga ada aspek kesehatan yang diusung. Jadi, bagus sekali dan harus terus dilaksanakan. Kalau perlu, digelar lebih besar dan lebih luas lagi supaya eksposur serta partisipasinya semakin banyak," kata Ferry.
Keberhasilan edisi kelima ini disebut mengukuhkan komitmen bersama dalam mempererat silaturahmi, menjunjung sportivitas, serta menjaga kebugaran fisik wartawan di tengah padatnya aktivitas jurnalistik.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)