Sumut Genjot Program Makan Gratis & Sekolah 5 Hari: UMKM & Anak Sekolah Diuntungkan!
Sumut percepat pembangunan dapur MBG dan terapkan sekolah lima hari untuk SMA/SMK, dorong tumbuhnya UMKM dan ikatan keluarga.
Sumut Ngebut Bangun Dapur Makan Gratis dan Terapkan Sekolah 5 Hari, UMKM Ikut Terdongkrak
Medan, Agustus 2025 – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tengah tancap gas dalam merealisasikan dua program prioritas nasional: pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penerapan kebijakan sekolah lima hari bagi jenjang SMA dan SMK.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Togap Simangunsong, menegaskan bahwa hingga akhir Agustus 2025, ditargetkan sebanyak 154 dapur SPPG sudah berdiri dan siap beroperasi. Angka tersebut adalah bagian dari target jangka panjang, yakni membangun total 1.792 dapur SPPG di seluruh provinsi.
“Kita baru memiliki sekitar 80 dapur SPPG. Untuk mempercepat pembangunan, akan dibentuk Satgas MBG sesuai arahan Mendagri melalui Surat Edaran Nomor 400.5.7/4072/SJ,” ujar Togap dalam rapat koordinasi bersama OPD dan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (1/8/2025).
Melibatkan UMKM dan Masyarakat
Menariknya, proyek pembangunan dapur MBG ini tidak hanya bertujuan mengatasi masalah stunting dan meningkatkan gizi anak-anak sekolah, tapi juga menjadi peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil. Satgas MBG akan mengakomodasi keterlibatan UMKM lokal sebagai pengelola dapur atau penyedia bahan pangan.
“Kita ingin masyarakat merasakan dampak langsung dari program ini. Dari sisi gizi anak terpenuhi, tapi ekonomi masyarakat juga bergerak,” tambah Togap.
Sekolah 5 Hari Mulai Berlaku, Orangtua Lebih Dekat dengan Anak
Di sisi lain, kebijakan sekolah lima hari resmi diberlakukan sejak Senin (14/7/2025) untuk semua SMA dan SMK negeri di Sumut. Program ini bukan sekadar pengurangan hari belajar, tetapi juga menjadi momentum mempererat ikatan keluarga dan mendukung geliat ekonomi informal.
“Anak-anak kini punya dua hari libur yang bisa dimanfaatkan bersama keluarga. Orang tua bisa ajak anak jalan-jalan, belanja, bahkan main bersama. Ini menggerakkan sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi lokal,” jelas Togap saat kunjungan ke Dinas Pendidikan Sumut.
Kebijakan ini pertama kali diumumkan oleh Gubernur Sumut, Bobby Nasution, pada awal Juli 2025. Menurutnya, waktu libur dua hari dalam sepekan akan memfasilitasi peran aktif orangtua dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
“Kita ingin orangtua lebih terlibat. Jangan semuanya diserahkan ke sekolah. Hari libur itu bisa jadi ruang interaksi yang bermakna,” ujar Bobby.
Sosialisasi Masif Terus Digencarkan
Walau sudah berjalan, Togap mengakui bahwa sebagian masyarakat masih belum paham sepenuhnya manfaat dari kebijakan sekolah lima hari ini. Karena itu, dia meminta Dinas Pendidikan untuk lebih aktif melakukan sosialisasi.
“Masih banyak yang mengira ini hanya soal pemangkasan jam belajar. Padahal ada efek domino positif, baik untuk anak maupun ekonomi lokal,” jelasnya.
Dampak Ganda yang Diincar: Pendidikan dan Ekonomi
Dengan dua program besar ini, Pemprov Sumut sedang mencoba menggabungkan pendekatan gizi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara terpadu. Anak-anak tidak hanya belajar lebih efektif, tetapi juga mendapat asupan gizi berkualitas, dan masyarakat ikut merasakan dampak ekonominya.
Jika 1.792 dapur SPPG berhasil terwujud dalam beberapa tahun ke depan, maka Sumut bisa menjadi provinsi percontohan dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis skala nasional.
Sebagai penutup, Togap menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dari OPD, masyarakat, hingga pelaku usaha kecil, demi menyukseskan program prioritas ini.
“Kita harus bergandengan tangan. Anak sehat, pendidikan berkualitas, ekonomi rakyat tumbuh. Itu tujuan kita bersama,” pungkasnya.
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0