Singapura Resmi Setujui Impor Listrik 1,3 GW dari Malaysia, Pasokan Mulai 2035
Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) dan Komisi Energi Malaysia memperbarui MoU kerja sama energi di sela SIEW ke-19. Singapura juga memberi persetujuan bersyarat kepada Sembcorp Utilities untuk mengimpor listrik 1,3 GW dari Malaysia melalui konsorsium MYEC, dengan target pasokan mulai 2035.
Singapura dan Malaysia memperkuat kemitraan di sektor energi melalui pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) antara Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) dan Komisi Energi Malaysia (ST). Penandatanganan berlangsung di tengah gelaran Singapore International Energy Week (SIEW) ke-19, Senin (26/10), dan disaksikan langsung oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia yang juga Menteri Transisi Energi dan Transformasi Air Datuk Seri Fadillah Yusof bersama Menteri Perdagangan dan Industri Singapura (Sektor Energi dan Industri) Dr. Tan See Leng.
Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menyebut pembaruan MoU ini menjadi kerangka untuk memperkuat kerja sama teknis, pertukaran regulasi, serta berbagi pengetahuan. Fokusnya mencakup perencanaan dan keandalan sistem kelistrikan serta gas pipa, regulasi pasar listrik grosir dan eceran, pelaksanaan proyek perdagangan listrik lintas batas, Sertifikat Energi Terbarukan (REC), hingga kapasitas interkoneksi.
"MoU ini juga akan memperkuat kolaborasi pada sistem tenaga surya dan penyimpanan energi," demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.
Pada kesempatan terpisah, EMA mengumumkan telah memberikan persetujuan bersyarat kepada Sembcorp Utilities Pte Ltd untuk mengimpor listrik sebesar 1,3 gigawatt (GW) ke Singapura. Proyek ini dijalankan bersama mitra konsorsiumnya, MY Energy Consortium (MYEC), yang terdiri dari Petroliam Nasional Bhd (Petronas), Tenaga Nasional Bhd (TNB), dan PetroVietnam Technical Services Corporation (PTSC).
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari joint development agreement yang ditandatangani di sela-sela KTT ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Mei 2025 lalu. Melalui izin tersebut, Singapura dapat memperoleh dan mengintegrasikan pasokan listrik rendah karbon dari sumber daya regional maupun domestik, termasuk pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai dari Vietnam serta tenaga surya dari Malaysia.
Sembcorp Utilities menargetkan impor listrik dari proyek ini mulai berjalan pada 2035. Dalam beberapa tahun ke depan, konsorsium akan terus mengembangkan proyek, termasuk mengurus seluruh perizinan yang diperlukan dari pihak berwenang, menyelesaikan Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) dengan pembeli, serta mengamankan pendanaan yang memadai.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)