Pesawat Listrik Raksasa X1 Sukses Terbang Perdana, Hanya Habiskan Listrik Rp88 Ribu

Pesawat listrik terbesar di dunia, X1, berhasil melakukan penerbangan perdana di New York, AS. Dalam uji terbang selama 27 menit, pesawat ini hanya menghabiskan listrik senilai US$5 (Rp88 ribu). Heart Aerospace menargetkan pesawat komersial ES-30 beroperasi pada 2031, dengan dukungan investor seperti Air Canada dan United Airlines.

Aug 30, 2026 - 03:46
Updated: 2 months ago
0
Pesawat Listrik Raksasa X1 Sukses Terbang Perdana, Hanya Habiskan Listrik Rp88 Ribu
Pesawat Listrik Raksasa X1 Sukses Terbang Perdana, Hanya Habiskan Listrik Rp88 Ribu

Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat listrik bertenaga baterai terbesar di dunia, X1, resmi menuntaskan penerbangan perdananya di New York, Amerika Serikat, pada Rabu pekan lalu (12/8). Pesawat yang dikembangkan oleh startup Swedia Heart Aerospace ini lepas landas dari Bandara Internasional Plattsburgh dan terbang selama 27 menit, mencapai ketinggian 335 meter di atas permukaan tanah.

Menariknya, seluruh perjalanan uji terbang tersebut ditenagai penuh oleh baterai dan hanya menghabiskan biaya listrik sebesar US$5 atau sekitar Rp88 ribu. CEO Heart Aerospace, Anders Forslund, menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata penerbangan listrik dalam skala pesawat komersial.

"Dengan penerbangan perdana X1, Heart Aerospace telah mendemonstrasikan penerbangan listrik dalam skala pesawat komersial," ujar Forslund dalam pernyataannya pada Kamis (13/8). Ia menambahkan bahwa pesawat ini berpotensi mengubah ekonomi maskapai secara fundamental dan membuat perjalanan udara lebih terjangkau, lebih sering, serta lebih ramah lingkungan.

X1 merupakan pesawat eksperimental yang dirancang untuk menyempurnakan ES-30, model yang lebih besar dan ditargetkan menjadi produk komersial untuk mengangkut penumpang pada 2031. Saat ini, ES-30 tengah dikembangkan di Los Angeles dan dijadwalkan menjalani uji terbang perdana pada 2028.

Dari sisi spesifikasi, X1 memiliki bentang sayap 32,3 meter dan mampu menopang berat maksimal 11.339 kilogram saat lepas landas. Pesawat ini juga dinilai mampu mengurangi emisi karbon di sektor penerbangan yang selama ini berkontribusi terhadap perubahan iklim, sekaligus menjadi solusi di tengah kenaikan harga bahan bakar akibat gejolak geopolitik.

Proyek ini mendapat dukungan besar dari investor ternama seperti Air Canada dan United Airlines. Kedua maskapai menyatakan ES-30 akan bergabung dengan armada komersial mereka jika uji coba terbukti berhasil. John Di Bert, CFO Air Canada, menekankan bahwa transisi energi untuk penerbangan membutuhkan berbagai upaya, termasuk pengembangan teknologi pesawat baru. Sementara itu, Michael Leskinen, CFO United Airlines, menilai pesawat komersial listrik memiliki potensi nyata untuk meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang sekaligus memperkuat bisnis maskapai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User