Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Ancam Puluhan Daerah di Sumbar - 10 Desember 2025

BMKG Sumbar memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang melanda puluhan wilayah. Masyarakat diminta tetap waspada dan memantau informasi cuaca resmi hingga kondisi kembali stabil.

Dec 10, 2025 - 08:20
Dec 10, 2025 - 08:29
 0
Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Ancam Puluhan Daerah di Sumbar - 10 Desember 2025
Info BMKG

Padang - BMKG Sumatera Barat merilis peringatan dini cuaca terkait potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang. Peringatan ini berlaku mulai pukul 07.00 WIB dan mencakup sejumlah daerah yang dipastikan memiliki potensi cuaca ekstrem pada Rabu pagi. Informasi tersebut diterbitkan oleh Prakirawan BMKG Sumatera Barat dan ditujukan sebagai langkah mitigasi dini bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Dalam rilis resminya, BMKG menyebut wilayah pertama yang diperkirakan terdampak adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, khususnya Sipora Selatan, Siberut Utara, Siberut Selatan, Siberut Tengah, Siberut Barat Daya, Sipora Utara, Sikakap, Pagai Utara, dan Siberut Barat. Kondisi atmosfer di kawasan pesisir barat Mentawai disebut cukup labil, sehingga memicu pertumbuhan awan cumulonimbus yang berpotensi menghasilkan hujan deras dan petir.

Wilayah lain yang juga telah diperingatkan sejak pukul 07.00 WIB adalah Kabupaten Pasaman Barat. Kecamatan Sungaiberemas, Sungaiaur, Lembah Melintang, dan Koto Balingka diperkirakan mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, Kabupaten Padang Pariaman juga masuk dalam daftar daerah yang berpotensi terdampak, meliputi Enam Lingkung, Sungai Garingging, Batang Gasan, Padang Sago, Batang Anai, VII Koto Sungai Sarik, V Koto Timur, Ulakan Tapakih, Nan Sabaris, Lubuk Alung, Sintuak Toboh Gadang, V Koto Kampung Dalam, dan Sungai Limau.

Di Kota Padang, sejumlah kecamatan mendapat perhatian khusus dari BMKG, mengingat tingginya intensitas hujan yang berpotensi terjadi. Beberapa wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Kuranji, Padang Selatan, Lubuk Kilangan, Pauh, Lubuk Begalung, Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, Nanggalo, Koto Tangah, Padang Barat, dan Padang Timur. Peringatan dini tersebut tentu menjadi perhatian serius mengingat Kota Padang merupakan kota padat penduduk dan rawan terhadap banjir, terutama di kawasan aliran sungai dan cekungan.

Kota Pariaman juga menjadi bagian dari wilayah terdampak dengan potensi hujan lebat pada waktu yang sama. Daerah Pariaman Timur, Pariaman Selatan, Pariaman Utara, dan Pariaman Tengah disebut dapat mengalami cuaca ekstrem yang berpeluang menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat. Sementara itu, di Kabupaten Lima Puluh Kota, kecamatan Pangkalan Koto Baru juga masuk dalam area peringatan dini.

BMKG Sumbar tidak hanya mencantumkan daerah terdampak awal, tetapi juga memperingatkan bahwa hujan lebat beserta petir dan angin kencang berpotensi meluas ke puluhan wilayah lainnya. Kabupaten Solok menjadi salah satu wilayah lanjutan yang diperkirakan terdampak, mencakup Lembah Gumanti, Kubung, X Koto Singkarak, Danau Kembar, Gunung Talang, dan Junjung Sirih. Kondisi atmosfer di kawasan pegunungan Solok disebut rentan membentuk awan tebal yang memicu hujan deras.

Kawasan Dharmasraya juga tidak luput dari potensi perluasan cuaca ekstrem. Kecamatan yang disebut dalam peringatan meliputi Koto Besar, Tiumang, Koto Salak, Sungai Rumbai, Pulau Punjung, Timpeh, Koto Baru, Sitiung, dan Padang Laweh. Peringatan ini sangat penting mengingat sejumlah wilayah Dharmasraya berada di dekat aliran sungai besar yang rawan meluap ketika curah hujan tinggi.

Kabupaten Agam menjadi daerah berikutnya yang kemungkinan besar terdampak oleh hujan lebat. Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Pelembayan, Ampek Nagari, Malalak, Matur, dan IV Koto disebut dalam daftar wilayah yang harus meningkatkan kewaspadaan. Sebagian besar kecamatan tersebut berada di kawasan perbukitan, sehingga risiko longsor ikut meningkat jika hujan berlangsung dalam durasi lama.

Kabupaten Padang Pariaman kembali disebut dalam potensi perluasan dengan wilayah tambahan seperti 2×11 Enam Lingkung, IV Koto Aur Malintang, Patamuan, serta 2×11 Kayu Tanam. Daerah ini memang sering masuk dalam peringatan dini BMKG karena berada pada zona rawan cuaca ekstrem, khususnya saat kondisi atmosfer tidak stabil.

Untuk wilayah Pasaman Barat, BMKG menambahkan kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman, Ranah Batahan, Kinali, Sasak Ranah Pesisir, dan Gunungtuleh sebagai daerah yang mungkin terdampak berikutnya. Sementara itu, Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu daerah dengan daftar kecamatan terbanyak yang berpotensi mengalami hujan lebat. Daerah tersebut mencakup Koto XI Tarusan, Ranah Pesisir, Bayang, IV Nagari Bayang Utara, Silaut, IV Jurai, Linggo Sari Baganti, Batang Kapas, Sutera, Pancung Soal, Lengayang, Lunang, Basa Ampek Balai Tapan, Airpura, dan Ranah Ampek Hulu Tapan.

Kota Padang Panjang, meski berukuran kecil, juga masuk dalam daftar dengan kecamatan Padang Panjang Barat dan Padang Panjang Timur. Hal ini disusul Kabupaten Lima Puluh Kota yang kembali tercantum dengan wilayah Guguak, Luak, Kapur IX, Harau, Payakumbuh, Suliki, Mungka, Lareh Sago Halaban, dan Bukik Barisan sebagai daerah berpotensi terdampak.

Kota Payakumbuh meliputi Payakumbuh Utara, Lamposi Tigo Nagori, Payakumbuh Timur, dan Payakumbuh Barat juga diperkirakan mengalami hujan intensitas tinggi. Kota Solok, khususnya Kecamatan Lubuk Sikarah dan Tanjung Harapan, turut masuk dalam daftar perluasan. Kabupaten Tanah Datar juga tercatat melalui Kecamatan X Koto dan Batipuah Selatan. Tidak ketinggalan, Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali mendapat perhatian dengan tambahan wilayah Pagai Selatan yang berpotensi mendapatkan dampak cuaca ekstrem.

Mengapa cuaca ekstrem ini terjadi? BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer di kawasan barat Sumatera sedang aktif. Terdapat perlambatan angin dan konsentrasi massa udara basah yang memicu pertumbuhan awan hujan cumulonimbus dalam skala luas. Fenomena ini umum terjadi pada masa peralihan musim atau menjelang penguatan angin monsun Asia, namun intensitas kali ini dinilai cukup signifikan sehingga peringatan resmi perlu dikeluarkan.

Bagaimana dampaknya bagi masyarakat? Potensi cuaca ekstrem ini dapat menimbulkan banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang. Aktivitas transportasi darat dan laut juga dapat terganggu. Masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai atau kawasan lereng perbukitan diminta lebih waspada. Begitu pula dengan pengguna jalan yang melintas di area rawan genangan maupun tebing terjal.

BMKG juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk mempersiapkan langkah mitigasi. Pemantauan lapangan perlu ditingkatkan, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi. Sementara masyarakat diimbau memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi InfoBMKG dan media sosial BMKG Sumatera Barat.

Peringatan ini ditegaskan akan berlangsung hingga pukul 09.00 WIB. Prakirawan BMKG Sumbar menekankan bahwa kondisi dapat berubah dengan cepat sehingga masyarakat perlu memperbarui informasi secara berkala.

Pada akhirnya, peringatan dini ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa kewaspadaan adalah langkah terbaik menghadapi potensi cuaca ekstrem. Dengan memahami informasi cuaca dan mengikuti arahan resmi, dampak risiko dapat diminimalkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0