Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres di Depan Bundaran UNP Padang

Seorang pejalan kaki bernama Desi Fitriani (46) tewas setelah tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres di depan Bundaran UNP Padang, Selasa (4/8). Korban mengalami luka berat di kepala dan meninggal di Rumah Sakit Hermina. Polisi telah menghubungi keluarga korban dan menyerahkan jenazah untuk dimakamkan.

Aug 11, 2026 - 01:17
Aug 11, 2026 - 01:17
 0
Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres di Depan Bundaran UNP Padang
Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres di Depan Bundaran UNP Padang

Seorang pejalan kaki bernama Desi Fitriani (46) meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres di kawasan rel KM 12/700, tepatnya di depan Bundaran Universitas Negeri Padang (UNP), Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara, pada Selasa (4/8). Korban merupakan warga Jalan Raya Piai Tanah Sirah, Kelurahan Tanah Sirah Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Kereta yang melaju dari arah Pariaman menuju Stasiun Simpang Haru itu menabrak korban hingga mengalami luka berat di bagian kepala.

Kapolsek Padang Utara AKP Yuliadi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan personel Polsek Padang Utara langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Berdasarkan keterangan saksi, korban awalnya terlihat berdiri di pinggir jalur rel. Saat kereta melintas, korban tiba-tiba melangkah mundur ke arah rel seperti orang yang kehilangan keseimbangan atau merasa pusing.

Salah seorang saksi bernama Dedi mengaku sempat berteriak memperingatkan korban bahwa kereta api sedang melintas. Namun, teriakan tersebut diduga tidak terdengar oleh korban sehingga ia tetap berada di lintasan dan akhirnya tertabrak.

Usai kejadian, warga bersama personel Klinik Batalyon 133 segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Hermina Padang. Setibanya di rumah sakit, tim medis melakukan pemeriksaan, namun korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

Personel Polsek Padang Utara yang dipimpin Pawas Ipda Roy Fandra kemudian berupaya mencari dan menghubungi keluarga korban. Sekitar pukul 15.00 WIB, polisi berhasil menghubungi keluarga korban yang berdomisili di kawasan Piai, Kecamatan Lubuk Begalung. Sekitar pukul 15.50 WIB, suami korban, Idam Junaidi, bersama anggota keluarga lainnya tiba di Rumah Sakit Hermina untuk memastikan identitas korban dan mengurus proses penjemputan jenazah.

Menurut keterangan keluarga, korban sehari-hari bekerja sebagai relawan yang menggalang donasi untuk anak yatim di sebuah yayasan. Beberapa hari sebelum kejadian, korban juga sering mengeluhkan kondisi tubuhnya yang merasa pusing saat berada di rumah.

Setelah seluruh proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka dan dimakamkan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mendatangi rumah sakit, menghubungi keluarga korban, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan untuk penanganan lebih lanjut.

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0