Morgan Stanley Borong Jutaan Saham GOTO di Harga Rp23, Nilai Transaksi Tembus Rp87 Miliar

Morgan Stanley & Co. International Plc kembali memborong jutaan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di harga Rp23 dengan nilai akumulasi sekitar Rp87,3 miliar. Aksi ini memperkuat kepemilikan Morgan Stanley menjadi 5,1563 persen, meski GOTO tengah menghadapi tekanan likuiditas dan akan dikeluarkan dari indeks global MSCI per 31 Agustus 2026.

Oct 1, 2026 - 08:02
Oct 1, 2026 - 08:02
 0
Morgan Stanley Borong Jutaan Saham GOTO di Harga Rp23, Nilai Transaksi Tembus Rp87 Miliar
Morgan Stanley Borong Jutaan Saham GOTO di Harga Rp23, Nilai Transaksi Tembus Rp87 Miliar

Morgan Stanley & Co. International Plc kembali menambah kepemilikan sahamnya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (26/8), perusahaan investasi itu membeli jutaan lembar saham GOTO pada Jumat (21/8) dengan harga di bawah gocap atau Rp50 per saham.

Pembelian dilakukan secara bertahap dengan status kepemilikan langsung. Morgan Stanley menyerap 3.138.522.500 lembar saham biasa dan 657.341.400 lembar saham biasa pada harga Rp23 per lembar. Secara akumulatif, nilai pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp87,3 miliar.

Langkah itu membuat kepemilikan Morgan Stanley atas saham GOTO meningkat dari 55.572.469.938 lembar menjadi 59.368.333.838 lembar. Dengan posisi baru tersebut, hak suara Morgan Stanley tercatat sebesar 5,1563 persen.

Di sisi lain, harga saham GOTO masih bertahan di level Rp50 per lembar hingga menjelang penutupan perdagangan hari ini. Pergerakan saham perseroan tercatat stagnan selama tiga bulan perdagangan terakhir.

Sepanjang tahun 2026, GOTO juga membukukan aksi jual bersih investor asing atau net foreign sell sebesar Rp2,02 triliun. Tekanan jual dari investor asing menjadi salah satu faktor yang membuat harga saham perseroan bertahan di level minimum.

Sebelumnya, penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan daftar 10 saham Indonesia yang dikeluarkan dari indeks global, dan GOTO termasuk di dalamnya. Keputusan tersebut berlaku efektif mulai penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

Penghapusan GOTO dari indeks dilakukan berdasarkan hasil tinjauan MSCI Indonesia Investable Market Index yang mengacu pada harga saham perseroan. MSCI menilai terdapat potensi masalah dari likuiditas saham GOTO yang dianggap sangat rendah.

Menurut MSCI, rendahnya likuiditas saham GOTO terjadi karena harga yang diperdagangkan berada di level Rp50 per saham sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026. "Perlakuan ini diterapkan karena adanya potensi masalah replikabilitas indeks yang terkait dengan likuiditasnya yang sangat rendah, yang disebabkan oleh perdagangan pada harga minimum yang dapat diperdagangkan sebesar Rp50 di Bursa Efek Indonesia sejak penutupan pasar pada 13 Mei 2026," tulis MSCI dalam pengumumannya, Kamis (13/8).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0