OpenAI Lawan Balik Gugatan Apple, Sebut Tuduhan Rahasia Dagang Hanya Kekacauan Buatan Sendiri

OpenAI membantah gugatan Apple soal pencurian rahasia dagang dan menyebut sengketa ini sebagai kekacauan yang diciptakan Apple sendiri. Dalam berkas ke Pengadilan Distrik AS di California, OpenAI menegaskan Apple gagal membuktikan adanya informasi rahasia yang dicuri, seraya mengakui telah merekrut sekitar 400 karyawan Apple untuk inisiatif perangkat kerasnya.

Oct 1, 2026 - 08:02
Oct 1, 2026 - 08:02
 0
OpenAI Lawan Balik Gugatan Apple, Sebut Tuduhan Rahasia Dagang Hanya Kekacauan Buatan Sendiri
OpenAI Lawan Balik Gugatan Apple, Sebut Tuduhan Rahasia Dagang Hanya Kekacauan Buatan Sendiri

OpenAI mengambil langkah ofensif dengan membalas gugatan Apple terkait dugaan pencurian rahasia dagang. Dalam berkas yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS di California pada Senin (31/8), OpenAI menilai Apple tidak mampu membuktikan adanya informasi rahasia yang benar-benar dicuri oleh mantan karyawannya. "Sengketa ini adalah kekacauan yang diciptakan Apple sendiri, dan mereka berusaha menyalahkan pihak lain," ujar OpenAI seperti dikutip dari Reuters.

Perselisihan ini bermula dari gugatan Apple pada Juli lalu terhadap OpenAI serta dua mantan karyawannya, Tang Tan dan Chang Liu. Apple menuduh mereka menyalahgunakan rahasia dagang yang berkaitan dengan desain perangkat keras, manufaktur, dan operasi rantai pasokan, seiring langkah OpenAI merambah pasar perangkat konsumen. Menurut OpenAI, gugatan tersebut justru dipakai Apple untuk memperlambat calon pesaing sekaligus menahan karyawannya agar tidak berpindah ke perusahaan lain.

OpenAI menegaskan bahwa karyawan berhak meninggalkan perusahaan seperti Apple yang dinilai lambat mengadopsi AI dan beralih ke startup yang mengembangkan produk inovatif. Dalam berkas pengadilan, OpenAI juga mengakui telah merekrut sekitar 400 karyawan dari Apple untuk mendukung inisiatif perangkat kerasnya. Mereka merujuk pada hukum California yang memperbolehkan karyawan berpindah secara bebas antarperusahaan pesaing.

Gugatan ini menandai eskalasi ketegangan kedua perusahaan yang sebelumnya menjalin kemitraan dua tahun lalu. Kerja sama itu dimaksudkan untuk memperluas jangkauan ChatGPT dan memperkuat posisi Apple di bidang AI. Namun hubungan keduanya memburuk seiring persaingan yang semakin sengit di industri kecerdasan buatan.

Dalam gugatan awalnya, Apple menyebut perekrutan karyawannya oleh OpenAI merupakan bagian dari strategi untuk mengungkap rahasia pesaing. Apple menuding Tan dan Liu mengakses berkas internal perusahaan setelah mereka keluar.

OpenAI membantahnya dengan argumen baru. Mereka menyatakan Apple mendorong karyawan memakai akun iCloud pribadi untuk mengakses dokumen kerja dan menjalankan tugas, sehingga menyulitkan karyawan yang keluar memisahkan informasi pribadi dan perusahaan. Kebijakan Apple yang langsung mengantar karyawan keluar dari lokasi perusahaan juga dinilai tidak memberi cukup waktu untuk mengembalikan perangkat, mentransfer berkas internal, atau menyerahkan tanggung jawab.

Dalam berkas pengajuan itu, Liu menyatakan setiap akses terhadap dokumen Apple setelah ia keluar dilakukan untuk membantu rekan kerja di Apple menemukan berkas atau menjawab pertanyaan terkait pekerjaan. Menurutnya, karyawan Apple berulang kali menghubunginya untuk meminta bantuan setelah ia meninggalkan perusahaan. Sementara Tan menegaskan dirinya telah mengembalikan prototipe Apple sebelum keluar dan hanya menyimpan materi tidak rahasia, termasuk daftar periksa keluar karyawan yang bersifat nonrahasia.

"Apple mungkin tidak menyukai pilihan-pilihan tersebut. Namun, Apple tidak dapat mengklaim bahwa pilihan-pilihan tersebut melanggar hukum, dan tidak dapat menggunakan prosedurnya sendiri yang ceroboh untuk menyalahkan pihak lain atas kekacauan yang diciptakannya sendiri," kata OpenAI menutup argumennya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0