Jejak Kepemimpinan Jacob Zuma dan Krisis yang Menerpa Afrika Selatan

Jacob Zuma, Presiden Afrika Selatan periode 2009-2018, menghadapi berbagai tuduhan korupsi dan pencucian uang. Ia mundur pada 2018 dan kemudian dipenjara pada 2021 karena menghina pengadilan. Kasus korupsi terkait kesepakatan senjata masih berlanjut dengan persidangan dijadwalkan pada 2027.

Aug 8, 2026 - 03:02
Aug 8, 2026 - 03:02
 0
Jejak Kepemimpinan Jacob Zuma dan Krisis yang Menerpa Afrika Selatan
Jejak Kepemimpinan Jacob Zuma dan Krisis yang Menerpa Afrika Selatan

Jacob Zuma, yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan dari 9 Mei 2009 hingga 14 Februari 2018, kerap menjadi sorotan publik. Selain karena gaya kepemimpinannya, ia juga sering kesulitan dalam berpidato, terutama saat mengucapkan angka atau nominal besar dalam Bahasa Inggris. Video-video pidatonya yang keliru kerap menjadi bahan candaan di media sosial.

Namun, sorotan utama masyarakat Afrika Selatan bukan pada kemampuan orasinya, melainkan pada gaya hidup dan cara mengelola negara yang dinilai membawa negara tersebut ke dalam krisis. Zuma, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden dari 1999 hingga 2005 dan Presiden Kongres Nasional Afrika (ANC), menghadapi berbagai tuduhan korupsi dan pencucian uang selama masa kepemimpinannya.

Tekanan untuk mundur terus berdatangan, baik dari partainya sendiri maupun publik, terutama setelah muncul kasus suap pengadaan senjata dan hubungan gelap dengan pengusaha. Akhirnya, Zuma mundur pada 14 Februari 2018. Setelah mundur, ia menghadapi 18 dakwaan hukum yang mencakup penipuan, pemerasan, dan pencucian uang, yang berakar dari dugaan penerimaan 783 pembayaran suap terkait kesepakatan senjata senilai US$2,5 miliar pada akhir 1999.

Salah satu kasus yang mencuat adalah laporan lembaga independen pada 2014 yang menyebut Zuma mendapat keuntungan berlebihan dari perbaikan rumah pribadinya di Nkandla, KwaZulu-Natal. Rumah tersebut dilengkapi kolam renang, bioskop pribadi, dan kandang ayam besar. Namun, Zuma selalu menampik semua tuduhan dan mengklaim ada agen intelijen asing yang berupaya menyingkirkannya dari kekuasaan.

Meskipun menghadapi banyak dakwaan korupsi, Zuma justru dipenjara karena kasus penghinaan terhadap pengadilan. Pada 2021, di usia 79 tahun, ia menyerahkan diri untuk menjalani hukuman 15 bulan penjara. Ia menjadi mantan presiden Afrika Selatan pertama yang dipenjara, setelah penyerahan dirinya memicu kerusuhan dan penjarahan besar-besaran di negara tersebut.

Penyerahan diri Zuma berlangsung dramatis, dengan konvoi kendaraan mengawalnya dari kediamannya di Nkandla menuju penjara di Estcourt pada Rabu malam, 7 Juli 2021. Sementara itu, kasus korupsi terkait kesepakatan senjata 1999 masih berlanjut. Pengadilan Tinggi KwaZulu-Natal di Pietermaritzburg telah menjadwalkan persidangan dimulai pada 1 Februari 2027.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0