Irak Mengecam Serangan Gabungan AS-Saudi yang Menewaskan 20 Orang

Irak mengecam serangan gabungan AS dan Arab Saudi yang menewaskan 20 orang di tujuh provinsi. PM Ali Falih Al Zaidi menyebutnya pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional. PMF membantah tuduhan dan mengancam balasan.

Aug 10, 2026 - 06:00
Aug 10, 2026 - 06:00
 0
Irak Mengecam Serangan Gabungan AS-Saudi yang Menewaskan 20 Orang
Irak Mengecam Serangan Gabungan AS-Saudi yang Menewaskan 20 Orang

Pemerintah Irak menyampaikan kecaman keras terhadap serangan gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Arab Saudi ke sejumlah wilayah di negara itu pada Rabu, 29 Juli. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 20 orang.

Perdana Menteri Irak, Ali Falih Al Zaidi, menyampaikan kecaman tersebut dalam pertemuan darurat yang digelar bersama partai koalisi Kerangka Koordinasi. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kantor Perdana Menteri melalui akun media sosial X, koalisi tersebut mengutuk keras agresi yang menargetkan wilayah Irak.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa serangan tersebut mengakibatkan gugurnya sejumlah anggota Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF) serta menyebabkan korban luka lainnya. Pemerintah Irak juga menegaskan bahwa serangan yang menyasar tujuh provinsi itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Irak dan kesucian wilayahnya.

Lebih lanjut, Irak menilai tindakan AS dan Arab Saudi telah melanggar hukum internasional serta Piagam PBB. Koalisi Kerangka Koordinasi menegaskan bahwa segala bentuk pelanggaran atau kompromi terhadap keamanan dan kedaulatan Irak tidak akan ditoleransi dalam keadaan apa pun.

Serangan gabungan tersebut menargetkan Hashed al-Shaabi atau PMF, yang dituduh oleh AS dan Arab Saudi terlibat dalam serangan terhadap fasilitas milik Riyadh dan Washington. Namun, PMF membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai rekayasa. Mereka juga menegaskan akan membalas serangan tersebut.

Dalam pernyataannya, PMF menyatakan bahwa tindakan bodoh Arab Saudi akan ditanggapi dengan keras. Ini merupakan pertama kalinya Arab Saudi mengakui keterlibatan militernya sejak perang AS-Iran pecah, setelah sebelumnya mengklaim menahan diri meskipun wilayah pangkalan AS menjadi sasaran serangan Iran.

Operasi gabungan ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara AS dan Iran yang kembali memanas pekan ini. Selain di Irak, Arab Saudi dan milisi Houthi di Yaman yang didukung Iran juga saling melancarkan serangan dalam beberapa waktu terakhir. Houthi bahkan memblokir jalur maritim Saudi di Laut Merah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0