AS Larang Impor Robot Humanoid dari China demi Keamanan Nasional
Pemerintah AS melalui FCC melarang impor robot humanoid, robot anjing, dan power inverter dari China untuk melindungi keamanan nasional dan rantai pasok AI. Larangan berlaku langsung untuk produk baru, dan FCC dapat mencabut izin edar model lama. Langkah ini berdampak pada Unitree, produsen robot China yang menguasai hampir 20% pangsa pasar global.
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi memberlakukan larangan impor robot humanoid dari China. Kebijakan yang diumumkan oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC) pada Selasa, 28 Juli 2025, ini bertujuan melindungi proyek pengembangan kecerdasan buatan (AI) di AS dari potensi ancaman keamanan nasional. Selain robot humanoid, larangan juga mencakup robot anjing dan perangkat power inverter buatan China yang berperan penting dalam menghubungkan energi terbarukan dan baterai ke jaringan listrik serta infrastruktur pusat data.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk mengamankan rantai pasok AI dari gangguan, pencurian data, dan serangan siber yang mungkin dilakukan China. Kebijakan ini juga diharapkan mendorong perusahaan untuk memindahkan pusat manufaktur mereka ke dalam negeri. FCC menyatakan bahwa perangkat-perangkat tersebut berpotensi menciptakan celah kerentanan pada rantai pasok yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan nasional AS.
Ketua FCC, Brendan Carr, menegaskan bahwa instansinya akan terus berkontribusi aktif dalam menjaga keamanan rantai pasok nasional. Para analis memperkirakan robot humanoid dengan kecerdasan buatan akan diadopsi secara luas di sektor industri dan konsumen. Sementara itu, pembangunan pusat data besar-besaran di AS sangat bergantung pada pasokan inverter yang andal, sehingga larangan ini menjadi langkah strategis.
Menteri Keuangan Scott Bessent sebelumnya telah memperingatkan bahwa perusahaan AI China dapat dikenakan sanksi jika terbukti mencuri hak kekayaan intelektual milik Amerika. Pejabat AS juga berupaya mencegah terulangnya skenario penguasaan bahan tambang tanah jarang oleh China, yang selama ini mendominasi pasokan material penting untuk industri teknologi tinggi.
Aturan yang langsung berlaku saat diterbitkan ini hanya menyasar model robot dan inverter yang belum dirilis. Meski demikian, FCC tetap memiliki wewenang untuk mencabut izin penjualan bagi model-model yang sebelumnya telah mendapatkan izin edar di AS. Larangan ini diprediksi akan berdampak signifikan pada Unitree, salah satu pemimpin pasar robot humanoid dunia yang menguasai hampir seperlima pangsa pasar global.
Unitree baru saja dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang didukung militer China oleh Departemen Pertahanan AS, sebagai sinyal awal sebelum sanksi yang lebih berat. Perusahaan tersebut baru-baru ini menjalin kemitraan dengan Nvidia untuk menggunakan chip AI Blackwell sebagai 'otak' robot buatan mereka. Nvidia menyatakan bahwa data dari robot tersebut akan tetap berada di AS dan mayoritas pelanggan terbesar Unitree adalah lembaga akademik dan penelitian Amerika.
Meskipun demikian, AS tetap khawatir terhadap robot-robot buatan China yang diduga dapat digunakan untuk memata-matai industri penting, mencuri data, atau melumpuhkan fungsi vital dari jarak jauh. FCC menyatakan bahwa robot-robot ini mengumpulkan data yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk mengawasi warga Amerika, meningkatkan kemampuan intelijen asing, atau mengendalikan robot secara jarak jauh.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0