Investasi Sumatera Barat Semester I 2026 Capai Rp7,59 Triliun, Naik 12,71 Persen

Realisasi investasi di Sumatera Barat pada semester I 2026 mencapai Rp7,59 triliun, naik 12,71 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Capaian ini setara 59,07 persen dari target Kementerian Investasi/BKPM. Investasi tersebut menyerap ribuan tenaga kerja dan didominasi oleh Penanaman Modal Asing.

Aug 9, 2026 - 02:18
Aug 9, 2026 - 02:18
 0
Investasi Sumatera Barat Semester I 2026 Capai Rp7,59 Triliun, Naik 12,71 Persen
Investasi Sumatera Barat Semester I 2026 Capai Rp7,59 Triliun, Naik 12,71 Persen

Realisasi investasi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada semester pertama tahun 2026 mencapai Rp7,59 triliun. Angka ini meningkat 12,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp6,73 triliun.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, total realisasi investasi yang mencakup Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan Usaha Mikro Kecil (UMK) mencapai Rp7.590.787.094.806. Nilai tersebut bertambah sekitar Rp855,99 miliar dari capaian semester I tahun sebelumnya.

Kepala DPMPTSP Sumbar, Luhur Budianda, menyampaikan bahwa hingga Juni 2026, capaian investasi tersebut telah memenuhi 59,07 persen dari target yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI sebesar Rp12,85 triliun. Sementara itu, jika dibandingkan dengan target semester I dalam RPJMD, Renstra DPMPTSP, dan Perjanjian Kinerja Kepala Perangkat Daerah, realisasi ini mencapai 141,40 persen atau setara 63,63 persen dari target tahunan Rp11,93 triliun.

Selain peningkatan nilai investasi, realisasi tersebut juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Pada triwulan II tahun 2026, investasi yang masuk mampu menyerap 2.037 tenaga kerja Indonesia dan 34 tenaga kerja asing melalui 3.964 proyek investasi. Secara kumulatif hingga semester I 2026, investasi telah menciptakan 4.244 lapangan kerja bagi tenaga kerja Indonesia dan 43 tenaga kerja asing dengan total 8.146 proyek.

Luhur menilai capaian ini menjadi indikator bahwa berbagai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan investasi mulai menunjukkan hasil positif. Pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan perizinan, memberikan kemudahan bagi investor, serta menjaga koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar target investasi tahun 2026 dapat tercapai bahkan terlampaui.

Berdasarkan laporan DPMPTSP, kontribusi investasi terbesar masih berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp2,88 triliun atau 37,97 persen dari total investasi. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp2,59 triliun atau 34,07 persen, sedangkan investasi Usaha Mikro Kecil (UMK) mencapai Rp2,13 triliun atau 27,99 persen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0