APPI Beberkan 7 Klub Masih Nunggak Gaji 114 Pemain, Persija dan PSM Ikut Masuk Daftar

APPI merilis daftar klub yang masih menunggak gaji pemain per 6 November. Tercatat 7 klub memiliki tunggakan terhadap 114 pemain dengan total hampir Rp5 miliar. Persija Jakarta dan PSM Makassar termasuk di dalamnya. PSM belum melaksanakan dua putusan NDRC Indonesia dan satu putusan DRC FIFA, sementara Persija masih berkorespondensi dengan satu pemain.

Nov 06, 2026 - 20:01
Updated: 13 hours ago
0
APPI Beberkan 7 Klub Masih Nunggak Gaji 114 Pemain, Persija dan PSM Ikut Masuk Daftar
APPI Beberkan 7 Klub Masih Nunggak Gaji 114 Pemain, Persija dan PSM Ikut Masuk Daftar

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) kembali membeberkan daftar klub yang belum melunasi kewajiban gaji kepada para pemainnya. Dalam rilis terbaru per Jumat (6/11), Persija Jakarta dan PSM Makassar masuk dalam daftar klub Super League yang masih menunggak gaji.

Berdasarkan data dan laporan yang dihimpun APPI, tercatat 7 klub masih memiliki tunggakan terhadap 114 pemain dengan total nilai mencapai hampir Rp5 miliar. Angka itu menunjukkan persoalan pembayaran hak pemain belum sepenuhnya terselesaikan di kompetisi tanah air.

PSM Makassar menjadi salah satu klub yang mendapat sorotan. Ada empat pemain Juku Eja yang mengalami masalah tunggakan gaji. Manajemen PSM belum melaksanakan dua putusan NDRC Indonesia dan satu putusan DRC FIFA, sementara satu pemain lainnya masih dalam proses korespondensi dengan pihak klub.

Sementara itu, Persija Jakarta tengah berkorespondensi dengan satu pemain yang haknya belum dilunasi. Kondisi ini menjadi kabar kurang sedap bagi Persija yang saat ini berada di puncak klasemen Super League 2026/2027.

APPI menegaskan keterlambatan pembayaran gaji dan kompensasi kontrak bukan sekadar persoalan angka atau administrasi. Dampaknya nyata terhadap kehidupan pemain, mulai dari tekanan psikologis hingga hilangnya kepastian atas perlindungan finansial. Bagi pesepakbola profesional, sepak bola adalah profesi dan sumber penghidupan untuk diri sendiri serta keluarga.

Persoalan ini kian rentan dialami pemain Liga Nusantara dan kompetisi daerah yang menggantungkan hidup pada sepak bola dengan keterbatasan sumber pendapatan lain. Salah satu contoh nyata dialami para pemain Sriwijaya FC yang hingga kini belum memperoleh penyelesaian hak-hak mereka sejak musim kompetisi 2023/2024, meski komunikasi dengan pihak klub telah beberapa kali dilakukan.

APPI menyoroti tunggakan berulang yang berlangsung lintas musim, yakni 2022/2023, 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026. Menurut APPI, hal itu menunjukkan penyelesaian hak pemain masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan komitmen dan langkah nyata dari pihak klub.

APPI pun menekankan pentingnya tata kelola kompetisi yang profesional dan bertanggung jawab melalui mekanisme verifikasi, pengawasan, serta persyaratan keikutsertaan klub yang secara tegas mempertimbangkan rekam jejak pemenuhan hak pemain. APPI juga mengingatkan para pemain untuk tetap menjaga profesionalitas dan memperkuat solidaritas, serta siap memberikan pendampingan dalam memperjuangkan hak-hak pemain sesuai mekanisme yang berlaku.

"Jangan menganggap tunggakan sebagai hal yang wajar atau konsekuensi yang harus diterima dalam menjalani profesi sebagai pesepakbola. Hak pemain harus dihormati dan dipenuhi," tegas APPI. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak Persija Jakarta dan PSM Makassar belum memperoleh jawaban spesifik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User