Dari Tukang Semir Sepatu hingga Kursi Presiden, Lula da Silva Cetak Sejarah ke-4 Kali

Luiz Inacio Lula da Silva memenangkan pilpres Brasil dengan 51,7 persen suara, mengalahkan Flavio Bolsonaro. Kemenangan ini menjadikannya presiden Brasil pertama yang terpilih empat kali. Perjalanan hidupnya bermula dari keluarga miskin, pernah menjadi tukang semir sepatu dan pedagang kaki lima sebelum terjun ke politik dan memimpin Partai Buruh.

Oct 26, 2026 - 20:01
Updated: 1 day ago
0
Dari Tukang Semir Sepatu hingga Kursi Presiden, Lula da Silva Cetak Sejarah ke-4 Kali
Dari Tukang Semir Sepatu hingga Kursi Presiden, Lula da Silva Cetak Sejarah ke-4 Kali

Presiden petahana Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, kembali menorehkan sejarah setelah memenangkan pemilihan presiden putaran kedua yang digelar Minggu (25/10). Politikus sayap kiri berusia 80 tahun itu mengalahkan Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, dengan perolehan suara tipis 51,7 persen berbanding 48,2 persen.

Kemenangan ini menjadikan Lula sebagai presiden Brasil pertama yang berhasil terpilih untuk keempat kalinya. Sebelumnya, ia telah memimpin Brasil pada periode 2003-2006, 2007-2010, dan kembali menjabat sejak 2023 hingga sekarang. Hasil tersebut sekaligus menandai pertama kalinya seorang kandidat memenangkan kursi kepresidenan setelah menempati posisi kedua pada putaran pertama.

Perjalanan hidup Lula jauh dari kemewahan. Ia lahir sebagai anak ketujuh dari delapan bersaudara pada Oktober 1945 dari pasangan petani di Caetes, Pernambuco, Brasil. Masa mudanya diwarnai kemiskinan. Lula pernah bekerja sebagai tukang semir sepatu, pedagang kaki lima, hingga perajin logam di sebuah pabrik. Ia bahkan sempat tinggal di tempat yang kondisinya mirip kandang babi.

Dalam buku Back In to Politic yang mengisahkan perjalanan hidupnya, Fernando Morais menggambarkan kondisi tempat tinggal Lula saat itu. Menurut Morais, di tengah malam orang mabuk kerap datang untuk buang air atau muntah. Ketika hujan turun, tikus dan katak terseret air masuk ke tempat itu, dan keesokan harinya penghuni harus membersihkannya.

Setelah bekerja sebagai office boy, Lula mengikuti pelatihan operator mesin bubut pada awal 1960-an, periode ketika Brasil berada di bawah kediktatoran militer. Saat itu, seorang agen dari partai Komunis bawah tanah Brasil sempat mencoba merekrutnya masuk politik, namun Lula menolak ajakan tersebut.

Titik balik terjadi pada 1975. Lula semakin geram setelah saudara laki-lakinya diculik dan disiksa pasukan keamanan, sehingga ia mulai mempertimbangkan untuk aktif di dunia politik. Pada 1979, ia semakin aktif dalam gerakan buruh dan memimpin serangkaian pemogokan bersejarah yang mengantarkannya menjadi pemimpin serikat buruh paling terkenal di Brasil. Langkah itu menjadi jalan baginya membentuk Partai Buruh (PT) yang ia pimpin hingga kini.

Pada 1989, Lula pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden Brasil, tetapi gagal. Ia terus mencoba hingga 1998 dengan hasil yang sama. Baru pada 2002 ia berhasil terpilih menjadi presiden. Pada masa kepemimpinannya, Lula membantu jutaan warga keluar dari kemiskinan dan menjadikan Brasil salah satu negara penting di kancah global.

Namun, setelah Lula meninggalkan kursi kepresidenan pada 2010, Partai Buruh terlibat sejumlah skandal korupsi yang meluas dan dituding menjadi penyebab Brasil masuk ke jurang resesi. Penggantinya, Dilma Rousseff, dimakzulkan pada 2016. Pada 2018, Lula divonis 12 tahun penjara atas kasus pencucian uang dan korupsi saat tengah mencalonkan diri dalam pilpres, sehingga ia didiskualifikasi. Dikutip dari Anadolu Agency, Lula menghabiskan 580 hari di penjara sebelum dibebaskan pada 2019 setelah Mahkamah Agung menganulir vonis pengadilan, yang sekaligus memulihkan hak politiknya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User