Zulhas Pasang Target soal MBG, Minta Semua Persoalan Tuntas Sebelum 20 Oktober

Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan seluruh persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tuntas sebelum 20 Oktober, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Ia meyakini manajemen baru Badan Gizi Nasional mampu membenahi tata kelola, termasuk mendata ulang 27.485 dapur SPPG dan menyusun prioritas aktivasi dapur di daerah 3T pada September.

Oct 1, 2026 - 12:03
Oct 1, 2026 - 12:03
 0
Zulhas Pasang Target soal MBG, Minta Semua Persoalan Tuntas Sebelum 20 Oktober
Zulhas Pasang Target soal MBG, Minta Semua Persoalan Tuntas Sebelum 20 Oktober

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memasang target tegas terkait penyelesaian berbagai persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berharap seluruh isu yang berkaitan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dapat dituntaskan sebelum 20 Oktober mendatang, tepat saat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto genap berjalan dua tahun.

Keyakinan itu muncul seiring hadirnya manajemen baru di tubuh BGN. "Mudah-mudahan 20 Oktober, dua tahun pemerintahan Pak Prabowo, isu-isu mengenai BGN ini bisa kita handle dengan baik, bisa kita selesaikan dengan baik," ujar pria yang akrab disapa Zulhas tersebut di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8).

Menurut Zulhas, sejumlah target di bidang pangan sudah berhasil dicapai selama lebih dari satu tahun pemerintahan berjalan, di antaranya swasembada beras dan jagung pakan. Namun, ia mengakui masih ada program yang belum tuntas, yakni MBG.

"Kita baru 22 bulan ada yang berhasil seperti beras dan jagung. Alhamdulillah setahun beres. Ada juga yang belum berhasil, yaitu MBG. Sekarang sudah manajemen baru, kami yakini sebelum 20 Oktober kita akan selesaikan," kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Saat ini BGN tengah membenahi tata kelola sekaligus mendata ulang dapur yang beroperasi di berbagai daerah. Kepala BGN Sudaryono menyebut ada 27.485 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, dan seluruhnya disisir untuk memastikan ketepatan penerima manfaat.

"Dapurnya di mana, kemudian dia kirim ke sekolah mana, posyandu mana, itu kemudian kami menetapkan surat ketetapan sementara," ujar Sudaryono. Dari jumlah tersebut, sebanyak 463 dapur di-suspend sementara selama 10 hari agar dapat melengkapi data yang dibutuhkan, termasuk informasi mengenai dapur. Data itu nantinya dikonfirmasi kembali ke sekolah terkait untuk memastikan benar tidaknya mereka menerima MBG dari SPPG tersebut.

Setelah pembenahan tata kelola rampung, BGN akan memprioritaskan aktivasi dapur di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang dijadwalkan mulai berjalan pada September ini. "3T insyaallah di September ini kita prioritaskan untuk diaktivasi. Di Papua, Maluku, Maluku Utara, NTT, NTB, daerah-daerah yang memang tertinggal, terdepan, dan terluar ini menjadi prioritas," ujar Sudaryono.

Ia menegaskan seluruh SPPG yang akan diaktivasi akan diatur melalui peraturan badan baru agar pelaksanaan di lapangan sesuai hukum yang berlaku. BGN juga tengah menjajaki penggunaan teknologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang mampu mendeteksi kualitas hidangan MBG melalui uap.

"Itu sensor uap. Jadi uapnya itu kemudian di-catch kimianya, kemudian dianalisis. Itu satu inovasi yang baik. Aku tantang ke beliau-beliau yang penemu itu kita inginnya makin cepat makin bagus (diimplementasikannya)," ujar politikus Partai Gerindra itu. Meski belum memutuskan apakah alat tersebut ditempatkan di SPPG atau sekolah penerima MBG, Sudaryono memastikan pihaknya terbuka mengadopsi berbagai temuan teknologi baru demi mengoptimalkan pelaksanaan program MBG.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0