Wali Nagari Sikabu Desak Pembangunan Stadion Utama Sumbar Dituntaskan, Ini Dampak Ekonominya

Wali Nagari Sikabu, Hidayat, mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pusat segera menuntaskan pembangunan Stadion Utama Sumbar. Ia menilai keberadaan stadion yang rutin menggelar pertandingan telah menghidupkan aktivitas ekonomi warga, mulai dari UMKM hingga jasa parkir dan transportasi, sehingga penyelesaian fasilitas itu menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Nagari Sikabu dan Padang Pariaman.

Oct 1, 2026 - 12:03
Oct 1, 2026 - 12:03
 0
Wali Nagari Sikabu Desak Pembangunan Stadion Utama Sumbar Dituntaskan, Ini Dampak Ekonominya
Wali Nagari Sikabu Desak Pembangunan Stadion Utama Sumbar Dituntaskan, Ini Dampak Ekonominya

Keberadaan Stadion Utama Sumatera Barat di Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, mulai dirasakan manfaat ekonominya oleh masyarakat sekitar. Setiap pertandingan yang digelar tidak hanya menghadirkan kompetisi di lapangan, tetapi juga mendatangkan atlet, tim, ofisial, dan penonton dari berbagai daerah yang membuka peluang usaha bagi warga.

Melihat potensi tersebut, Wali Nagari Sikabu, Hidayat, berharap pembangunan Stadion Utama Sumbar dapat segera dituntaskan. Menurutnya, penyelesaian fasilitas stadion menjadi bagian penting untuk mengoptimalkan manfaat keberadaan stadion bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku dan organisasi olahraga yang tetap memilih Stadion Utama Sumbar sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan sepak bola.

"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi para pelaku olahraga yang masih bersedia menyelenggarakan berbagai pertandingan sepak bola di Stadion Utama Sumbar. Bagi kami di nagari, setiap kegiatan yang digelar merupakan berkah karena secara langsung menghidupkan suasana dan aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Hidayat di Sikabu, Selasa (8/9/2026).

Menurut Hidayat, aktivitas ekonomi yang muncul setiap kali agenda olahraga berlangsung menjadi gambaran mengenai potensi lebih besar yang dapat berkembang apabila Stadion Utama Sumbar beroperasi secara optimal dan digunakan secara rutin. Sebagai mantan pemain Persepar Padang Pariaman, ia menilai keberadaan stadion tidak sebatas sebagai tempat pertandingan, melainkan juga magnet yang menarik masyarakat dari berbagai daerah dan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya.

Atas dasar itu, Hidayat berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap penyelesaian pembangunan Stadion Utama Sumbar. "Harapan besar kami adalah pemerintah segera menyelesaikan pembangunan stadion ini secara menyeluruh. Penyelesaian fasilitas ini bukan hanya berkaitan dengan kemegahan tempat berolahraga, tetapi juga masa depan ekonomi Nagari Sikabu dan Padang Pariaman secara umum," tegasnya.

Ia meyakini, penyelesaian pembangunan dan pemanfaatan stadion secara maksimal dapat menciptakan multiplier effect atau efek berganda bagi masyarakat. Dampak tersebut tidak hanya berpotensi dirasakan Nagari Sikabu, tetapi juga dapat meluas ke sektor ekonomi lainnya di Padang Pariaman. UMKM menjadi salah satu sektor yang berpeluang merasakan manfaat langsung, seperti meningkatnya permintaan terhadap makanan, minuman, produk lokal, serta berbagai kebutuhan lainnya.

Peluang ekonomi juga terbuka melalui sektor jasa. Masyarakat dapat terlibat dalam layanan parkir, transportasi lokal, kebersihan, keamanan, hingga berbagai kebutuhan pendukung penyelenggaraan pertandingan. Kedatangan tim dan ofisial dari luar daerah juga berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap akomodasi, konsumsi, transportasi, dan jasa lainnya. Jika berbagai agenda olahraga dapat berlangsung secara rutin, perputaran ekonomi yang muncul diharapkan tidak hanya bersifat sesaat.

Hidayat menilai kondisi tersebut menjadi alasan Stadion Utama Sumbar layak dipandang sebagai investasi jangka panjang. Ia berharap stadion dapat dikembangkan sebagai pusat kegiatan olahraga yang aktif sepanjang tahun, bukan hanya digunakan ketika pertandingan tertentu berlangsung. Dengan agenda olahraga tingkat daerah, nasional, hingga internasional yang digelar secara rutin, Nagari Sikabu berpeluang membangun ekosistem olahraga sekaligus ekonomi berbasis kegiatan olahraga di Sumatera Barat.

"Bagi kami, stadion ini bukan sekadar bangunan olahraga. Jika dimanfaatkan secara maksimal dan berbagai kegiatan olahraga terus diselenggarakan, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat Nagari Sikabu dan Padang Pariaman secara lebih luas," ujarnya. Bagi Nagari Sikabu, optimalisasi Stadion Utama Sumbar bukan hanya menyangkut penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga aset strategis yang dapat membuka peluang ekonomi, memperluas aktivitas usaha masyarakat, dan meningkatkan daya tarik kawasan. Penyelesaian pembangunan serta pengelolaan stadion secara optimal pada akhirnya diharapkan mampu mengubah potensi yang ada menjadi pertumbuhan ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0