WhatsApp Uji Fitur Scam Alert, Peringatan Penipuan Muncul Langsung di Dalam Chat

WhatsApp tengah menguji fitur Scam Alert yang memberi peringatan saat pesan terindikasi penipuan. Fitur opsional ini memakai model machine learning di perangkat, tidak aktif otomatis, dan hanya terlihat oleh penerima. Meta menegaskan pesan tidak dikirim ke server dan tetap terlindungi enkripsi end-to-end.

Oct 1, 2026 - 12:03
Oct 1, 2026 - 12:03
 0
WhatsApp Uji Fitur Scam Alert, Peringatan Penipuan Muncul Langsung di Dalam Chat
WhatsApp Uji Fitur Scam Alert, Peringatan Penipuan Muncul Langsung di Dalam Chat

WhatsApp sedang mengembangkan fitur keamanan baru bernama Scam Alert yang dirancang untuk memperingatkan pengguna ketika ada pesan masuk yang dicurigai sebagai upaya penipuan. Fitur ini masih dalam tahap pengujian terbatas pada versi Beta sebelum nantinya dirilis ke seluruh pengguna WhatsApp.

Menurut penjelasan Meta, Scam Alert merupakan fitur opsional yang menjalankan model machine learning langsung di perangkat pengguna. Artinya, proses deteksi tidak dilakukan di server, melainkan di ponsel masing-masing. Meta menyampaikan keterangan tersebut pada Rabu (12/8).

Fitur ini tidak langsung aktif begitu pembaruan dipasang. Pengguna harus mengaktifkannya sendiri. Setelah diaktifkan, WhatsApp akan mengunduh model machine learning ke perangkat. Model itu kemudian menganalisis pesan dari nomor yang tidak tersimpan di kontak dan menilai apakah pola pesan tersebut cocok dengan modus penipuan yang sudah diketahui.

Model tersebut dilatih menggunakan pola percakapan penipuan yang berasal dari laporan yang sebelumnya dikirim pengguna kepada WhatsApp. Sistem lalu melakukan klasifikasi probabilistik dengan mempertimbangkan struktur percakapan serta sinyal linguistik. Pendekatan ini dikembangkan untuk menghadapi modus yang terus berubah, mulai dari penyamaran identitas, rekayasa sosial, hingga konten buatan AI.

Jika sebuah pesan terdeteksi berpotensi sebagai penipuan, WhatsApp akan menampilkan peringatan di dalam ruang chat. Peringatan itu hanya bisa dilihat oleh penerima dan tidak tampak oleh pengirim. Pengguna kemudian diberi pilihan untuk memblokir pengirim, melaporkannya, atau tetap melanjutkan percakapan.

Apabila sistem salah memberikan peringatan, pengguna dapat menandai chat tersebut sebagai tepercaya. Setelah ditandai, peringatan akan dihapus dan Scam Alert tidak akan menandai percakapan itu lagi. Pengguna yang menandai chat sebagai tepercaya juga bisa memilih untuk membagikan lima pesan terakhir yang diterima kepada WhatsApp guna membantu meningkatkan akurasi fitur.

Meta menegaskan seluruh proses deteksi Scam Alert berjalan sepenuhnya di perangkat pengguna. Pesan yang dianalisis model tidak dikirim keluar dari perangkat untuk keperluan klasifikasi dan tidak otomatis dilaporkan kepada WhatsApp, Meta, maupun pihak ketiga. Pendekatan ini disebut tetap sejalan dengan perlindungan enkripsi end-to-end yang selama ini diterapkan WhatsApp.

Konten pesan, termasuk informasi bahwa sebuah penipuan telah terdeteksi, baru bisa sampai ke server WhatsApp jika pengguna secara eksplisit memilih melaporkannya. Pengguna juga tetap memegang kendali penuh untuk menyalakan atau mematikan Scam Alert kapan saja.

Meta menyebut kemajuan model machine learning di perangkat kini memungkinkan klasifikasi teks dilakukan langsung di ponsel tanpa mengorbankan performa, baterai, atau ukuran model yang sebelumnya membuat metode tersebut kurang praktis. Sebelum diluncurkan secara luas, Meta akan terus menguji Scam Alert bersama komunitas Bug Bounty dan meminta masukan dari para peneliti keamanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0