Rupiah Menguat ke Rp18.022 per Dolar AS pada Perdagangan Jumat Sore
Nilai tukar rupiah ditutup menguat ke Rp18.022 per dolar AS pada Jumat (31/7) sore, naik 89 poin atau 0,49 persen. Penguatan ini seiring pelemahan dolar AS setelah data ekonomi Amerika Serikat yang mengecewakan. Namun, sentimen domestik terkait calon Gubernur Bank Indonesia masih membatasi ruang penguatan rupiah.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (31/7) sore ditutup menguat ke level Rp18.022 per dolar AS. Mata uang Garuda tersebut naik 89 poin atau setara 0,49 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan sejumlah mata uang Asia lainnya. Yuan China terapresiasi 0,06 persen, peso Filipina menguat 0,50 persen, dan ringgit Malaysia naik 0,06 persen.
Namun, mayoritas mata uang Asia lainnya justru melemah. Dolar Singapura turun 0,05 persen, yen Jepang terkoreksi 0,53 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,54 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong menguat tipis 0,03 persen.
Pergerakan mata uang negara maju pun bervariasi. Euro Eropa turun 0,12 persen, poundsterling Inggris melemah 0,12 persen, dan franc Swiss terkoreksi 0,31 persen. Sebaliknya, dolar Australia menguat 0,06 persen, sedangkan dolar Kanada melemah tipis 0,05 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan bahwa penguatan rupiah dan mayoritas mata uang regional dipicu oleh pelemahan dolar AS setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Menurutnya, sentimen umum masih berasal dari faktor eksternal, terutama prospek suku bunga The Fed dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Meski demikian, Lukman menilai sentimen domestik masih membatasi ruang penguatan rupiah. Investor masih mengkhawatirkan sosok yang akan menjabat Gubernur Bank Indonesia ke depannya, sehingga hal tersebut menjadi faktor yang menahan laju penguatan lebih lanjut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0