Rencana Bom Capitol New York Terungkap, FBI Tangkap Perempuan Pengikut ISIS
FBI menangkap Jessica Bowie, perempuan 35 tahun yang diduga merencanakan pengeboman Capitol New York atas nama ISIS. Ia didakwa memberikan dukungan materiil kepada organisasi teroris asing. Bowie diduga telah mengintai gedung dan berkomunikasi dengan agen penyamar FBI.
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menangkap seorang perempuan berusia 35 tahun yang diduga terlibat dalam rencana pengeboman di Capitol New York. Penangkapan dilakukan pada Kamis (20/8) setelah penyelidikan intensif yang melibatkan agen penyamar.
Perempuan tersebut diidentifikasi sebagai Jessica Bowie. Ia kini menghadapi dakwaan mencoba memberikan dukungan materiil kepada organisasi teroris asing, ISIS. Bowie ditahan dan sedang menjalani persidangan untuk mendengarkan dakwaan resmi terhadapnya.
Menurut pengaduan pidana yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara New York, Bowie masuk Islam sekitar lima tahun lalu. Ia juga membuat beberapa profil media sosial yang digunakan untuk menyebarkan pesan anti-Amerika. Rincian dugaan rencana Bowie terungkap dari komunikasi dengan agen FBI yang menyamar sebagai fasilitator ISIS.
Bowie diduga mulai mengkomunikasikan rencana serangan pada pertengahan Juli. Ia menghubungi seseorang yang ternyata adalah sumber rahasia FBI dan meminta bantuan untuk membuat bahan peledak. Dalam percakapan yang terekam, Bowie menyatakan ingin menargetkan gedung parlemen negara bagian dengan cara yang memungkinkannya lolos tanpa ketahuan.
Dokumen pengadilan juga mengungkapkan bahwa Bowie mengaku sebagai pendukung ISIS dan tinggal kurang dari dua mil dari Capitol. Ia sempat berjalan-jalan di sekitar gedung sebanyak lima kali antara 21 Juli hingga 9 Agustus sambil mengirim puluhan foto ke sumber FBI. Bowie bahkan memperkirakan gedung itu berisi 200 orang dan berharap dapat menyingkirkan sekitar setengahnya.
Pada hari yang berbeda, Bowie bertemu dengan dua sumber rahasia FBI yang memberinya alat peledak yang tidak aktif. Mereka menunjukkan cara penggunaan alat tersebut dan meminta sumbangan untuk membuat perangkat operasi di masa mendatang. Tak lama setelah pertemuan itu, Bowie ditangkap di sebuah McDonald's yang tidak jauh dari Capitol.
Saat ditangkap, Bowie melepaskan hak-haknya dan setuju diwawancarai agen FBI. Dalam interogasi, ia sempat mengatakan, "Tidak ada yang bisa membantu saya, kalian sudah cukup tahu, tidak ada yang bisa membantu saya, saya akan dipenjara seumur hidup." Ia juga menambahkan bahwa hukumannya bisa mencapai 20 tahun penjara dan ia sudah mengetahuinya sebelumnya.
Kasus ini menjadi peringatan akan ancaman terorisme domestik yang terinspirasi ISIS. FBI menegaskan komitmennya untuk menggagalkan setiap rencana serangan yang membahayakan keamanan publik.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)