Babinsa Karanganom Dampingi Sadranan dan Wayang Kulit, Lakon Wahyu Katentreman Meriahkan Klaten Utara
Babinsa Desa Karanganom, Sertu M Ihsan, menghadiri Tradisi Sadranan dan pagelaran wayang kulit di Dukuh Macanan serta Dukuh Morangan, Klaten Utara. Acara menampilkan dalang Ki Dwi Timbul Nugroho dengan lakon Wahyu Katentreman. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas disebut sebagai bentuk dukungan TNI terhadap pelestarian budaya dan upaya mempererat kemanunggalan dengan rakyat.
Babinsa Desa Karanganom, Sertu M Ihsan, dari Koramil 24/Klaten Utara, Kodim 0723/Klaten, turut hadir dalam Tradisi Sadranan dan pagelaran wayang kulit yang berlangsung di Dukuh Macanan dan Dukuh Morangan, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, pada Sabtu (14/2/2026).
Acara tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan adat dan kebudayaan Jawa. Pagelaran wayang kulit menampilkan dalang Ki Dwi Timbul Nugroho dengan lakon Wahyu Katentreman. Suasana berlangsung khidmat sekaligus meriah berkat partisipasi aktif warga setempat.
Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Kepala Desa Karanganom Tri Handayani, S.Pd, Bhabinkamtibmas, perangkat Desa Karanganom, Ketua dan anggota BPD, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda.
Sertu M Ihsan menyatakan bahwa kehadirannya merupakan wujud dukungan TNI terhadap pelestarian budaya lokal dan upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, Tradisi Sadranan dan pagelaran wayang kulit bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya leluhur yang harus dijaga bersama. Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini mampu memelihara nilai kebersamaan, gotong royong, dan kerukunan masyarakat.
Kepala Desa Karanganom Tri Handayani, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara. Ia menilai Sadranan dan pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Katentreman menjadi momentum memperkuat persatuan serta menjaga ketentraman di tengah masyarakat. Pemerintah Desa Karanganom, ujarnya, berkomitmen terus melestarikan adat dan budaya Jawa sebagai identitas dan kearifan lokal.
Tradisi Sadranan yang dirangkaikan dengan pagelaran wayang kulit itu juga menjadi sarana silaturahmi antarwarga. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata pelestarian kebudayaan Jawa di tengah perkembangan zaman.
Kehadiran aparat TNI-Polri bersama unsur pemerintahan desa menunjukkan sinergitas dalam mendukung kegiatan masyarakat yang positif dan bernilai budaya. Diharapkan semangat kebersamaan serta nilai-nilai luhur budaya Jawa terus terjaga, sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang rukun, aman, dan tenteram di wilayah Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0