Prabowo Siapkan Skema Tukar Tambah Motor Bensin ke Listrik, Cukup Bayar Sedikit?

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan skema tukar tambah motor bensin ke motor listrik nasional (Molinas) untuk mendorong transisi energi. Pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan dengan bunga rendah dan tanpa DP. Langkah ini diharapkan mengurangi ketergantungan BBM dan menghemat biaya operasional hingga 70 persen.

Aug 14, 2026 - 02:01
Aug 14, 2026 - 02:01
 0
Prabowo Siapkan Skema Tukar Tambah Motor Bensin ke Listrik, Cukup Bayar Sedikit?
Prabowo Siapkan Skema Tukar Tambah Motor Bensin ke Listrik, Cukup Bayar Sedikit?

Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan rencana pemerintah untuk menyediakan skema tukar tambah bagi pemilik motor konvensional berbahan bakar bensin agar beralih ke motor listrik nasional (Molinas). Kebijakan ini dirancang untuk mempercepat transisi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

Dalam acara Peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) di Bekasi, Kamis (13/8), Prabowo menjelaskan bahwa masyarakat yang sudah memiliki motor bensin tidak perlu khawatir. "Tenang saja kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikit lah," ujarnya.

Selain tukar tambah, pemerintah juga menyiapkan skema penurunan bunga cicilan untuk pembelian motor listrik. Upaya ini termasuk menekan biaya uang muka (DP) hingga memungkinkan pembelian tanpa DP sama sekali. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Prabowo mencontohkan kebijakan di Beijing, China, yang menerapkan carbon tax dan melarang motor bensin masuk kota. Menurutnya, dunia saat ini sudah beralih ke motor listrik. Ia juga mengklaim penggunaan motor listrik dapat menghemat biaya operasional harian secara signifikan. "Penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu minimal 50 persen bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," ucapnya.

Sementara itu, CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa angka pembelian motor listrik di Indonesia masih sangat kecil, padahal potensinya besar. Ia menyebut saat ini ada sekitar 140 juta motor di Indonesia dengan penjualan tahunan mencapai 6-7 juta unit. Rosan berkomitmen mengupayakan skema pembelian tanpa DP untuk mendongkrak penjualan.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat industri motor listrik nasional dan membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Molinas akan dikembangkan sebagai ekosistem nasional, bukan sekadar peluncuran satu merek. Ekosistem ini mencakup pengembangan industri manufaktur, komponen dan baterai, infrastruktur charging dan battery swapping, pembiayaan, distribusi, layanan purnajual, hingga penyerapan pasar.

PT Len Industri akan berperan sebagai lead integrator untuk mengorkestrasi kolaborasi para pemangku kepentingan. Prasetyo berharap pembangunan ekosistem ini dapat memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan kapasitas manufaktur dan rantai pasok dalam negeri, serta membuka lapangan kerja dan melibatkan UMKM serta koperasi. "Pada saat yang sama, pengembangan motor listrik akan diarahkan untuk mendukung ketahanan energi melalui pengurangan ketergantungan terhadap BBM dan peningkatan pemanfaatan energi listrik," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0