Jared Kushner Terbang ke Israel, Misi Khusus Bujuk Netanyahu Soal Rencana Damai Gaza

Menantu Trump, Jared Kushner, dijadwalkan mengunjungi Israel dan Mesir pekan depan untuk membahas rencana damai Gaza. Kunjungan ini dilakukan di tengah penolakan Netanyahu terhadap usulan Dewan Perdamaian (BoP) yang digagas Trump. Kushner akan bertemu Netanyahu dan pejabat senior Israel, serta mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki di Kairo.

Aug 14, 2026 - 02:01
Aug 14, 2026 - 02:01
 0
Jared Kushner Terbang ke Israel, Misi Khusus Bujuk Netanyahu Soal Rencana Damai Gaza
Jared Kushner Terbang ke Israel, Misi Khusus Bujuk Netanyahu Soal Rencana Damai Gaza

Jakarta, CNN Indonesia -- Jared Kushner, utusan khusus sekaligus menantu Presiden AS Donald Trump, dijadwalkan terbang ke Israel dan Mesir pada pekan depan. Kunjungan tersebut bertujuan membahas masa depan Jalur Gaza, Palestina, di tengah penolakan Israel terhadap rencana damai yang diusulkan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Trump.

Menurut lima sumber yang dikutip Axios, Kushner akan bertemu langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas dokumen 15 poin yang baru saja dirilis BoP. Seorang pejabat menyatakan bahwa AS dan Israel memiliki pandangan yang sama mengenai tujuan strategis, namun Israel masih menyimpan sejumlah keraguan terhadap rencana tersebut.

"Kami memiliki pandangan yang sama mengenai tujuan strategis, tetapi Israel telah menyatakan beberapa keraguan tentang rencana tersebut dan kami ingin bicara dengan mereka untuk memastikan bahwa kami terkoordinasi," ujar pejabat tersebut.

BoP merupakan badan yang diinisiasi Trump untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik. Pada 31 Juli lalu, Trump mengumumkan bahwa BoP telah mencapai kesepakatan dengan Hamas untuk melucuti senjata mereka dan menyerahkan kendali sipil serta keamanan Gaza kepada pemerintahan teknokrat Palestina yang baru.

Namun, pada 9 Agustus, Netanyahu secara tegas menolak kesepakatan tersebut. Ia menegaskan bahwa militer Israel tidak akan menarik pasukan sampai Hamas benar-benar melucuti senjatanya. "Militer Israel tidak akan melakukan penarikan pasukan apa pun, sampai Hamas benar-benar melucuti senjatanya, dan akan terus menggagalkan ancaman terhadap pasukan serta warga kami," kata Netanyahu.

Seorang pejabat senior AS menilai penolakan Netanyahu lebih merupakan manuver politik menjelang pemilihan umum, bukan deklarasi kebijakan. "Kami memahami kebutuhan politik Bibi (sapaan akrab Netanyahu). Kami tidak mempermasalahkannya selama dia terus melakukan apa yang kami minta, terutama terkait menahan serangan di Gaza," ujarnya.

Dalam kunjungannya, Kushner akan didampingi Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi Dewan Perdamaian Gaza. Mereka dijadwalkan bertemu Netanyahu dan sejumlah pejabat senior Israel lainnya. Setelah itu, Kushner akan melanjutkan perjalanan ke Kairo untuk bertemu dengan para mediator Gaza dari Mesir, Qatar, dan Turki, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0