PLN Siap Menyerap Listrik dari PSEL Legok Nangka untuk Dukung Pengelolaan Sampah Jawa Barat

PT PLN menyatakan siap menyerap listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Proyek yang ditargetkan beroperasi pada 2029 ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 MW. PLN telah menandatangani perjanjian jual beli listrik dengan PT Jabar Environmental Solutions untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.

Aug 10, 2026 - 06:00
Aug 10, 2026 - 06:00
 0
PLN Siap Menyerap Listrik dari PSEL Legok Nangka untuk Dukung Pengelolaan Sampah Jawa Barat
PLN Siap Menyerap Listrik dari PSEL Legok Nangka untuk Dukung Pengelolaan Sampah Jawa Barat

PT PLN (Persero) menyatakan kesiapannya untuk menyerap listrik yang dihasilkan oleh fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Langkah ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah tersebut.

Proyek PSEL Legok Nangka saat ini tengah memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2029. Pembangkit ini dirancang untuk mengolah sebanyak 2.131 ton sampah setiap harinya, dengan kapasitas produksi listrik mencapai 40,79 megawatt atau setara 310 gigawatt-hour per tahun.

Sebagai bentuk dukungan nyata, PLN telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT Jabar Environmental Solutions (PT JES) pada Maret 2026. Melalui kerja sama ini, listrik yang dihasilkan PSEL Legok Nangka akan disalurkan ke sistem kelistrikan PLN untuk kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi bagian dari percepatan penanganan sampah perkotaan menjadi energi. Proyek tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan persoalan sampah sebelum tahun 2029 melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029.

Ia berharap PSEL Legok Nangka dapat menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi di berbagai daerah. Proyek ini diyakini memberikan dampak positif, mulai dari pengurangan volume sampah hingga perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai PSEL Legok Nangka merupakan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di kawasan Bandung Raya. Menurutnya, pemanfaatan sampah sebagai sumber energi juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan. Ia juga menyebut kehadiran PSEL ini akan menjadi pemicu lahirnya sistem pengolahan sampah modern serta mendidik masyarakat untuk hidup bersih dan tertib.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskan pihaknya siap menjalankan arahan pemerintah dalam mendukung PSEL Legok Nangka. PLN siap mengeksekusi PJBL sesuai arahan pemerintah dan akan menyerap produksi listrik dari pengolahan sampah ini untuk disalurkan kepada masyarakat. Periode PJBL selama 20 tahun menjadi bukti komitmen PLN dalam menjamin kepastian operasional proyek.

Pengembangan PSEL Legok Nangka juga membuktikan bahwa sektor ketenagalistrikan dapat berkontribusi langsung pada penyelesaian masalah lingkungan. Pemanfaatan sampah menjadi listrik dinilai sebagai langkah nyata menuju kemandirian dan swasembada energi nasional. "Melalui PSEL, kita bukan hanya memelihara lingkungan, namun juga menghasilkan listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan energi terbarukan yang akan terus dihasilkan selama ada sampah," pungkas Suroso.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0