Pentingnya Perencanaan Keuangan untuk Renovasi dan Perawatan Rumah
Memiliki rumah membutuhkan komitmen finansial jangka panjang, termasuk biaya perawatan dan renovasi. Sayangnya, banyak pemilik rumah yang kurang mempersiapkan anggaran untuk hal tersebut. Perencana keuangan menyarankan untuk menyisihkan 1-2% dari nilai rumah setiap tahun untuk maintenance, serta memisahkan dana darurat properti. Fitur Kantong Jago dapat membantu mengelola pos anggaran secara praktis.
Memiliki rumah merupakan impian banyak orang, namun tanggung jawab finansial tidak berakhir setelah pembelian. Pemilik rumah perlu menyiapkan anggaran khusus untuk perawatan dan renovasi agar bangunan tetap nyaman dan nilainya terjaga. Sayangnya, banyak yang hanya fokus pada pembelian awal dan mengabaikan kebutuhan perawatan rutin, sehingga ketika terjadi kerusakan mendadak, kondisi keuangan keluarga bisa terganggu.
Perawatan rumah meliputi berbagai hal, seperti servis AC, pengurasan tangki air, pengecatan ulang, pembersihan talang air, dan pengendalian rayap. Meskipun terlihat kecil, biaya-biaya ini bisa menjadi besar jika tidak direncanakan. Kesalahan umum lainnya adalah mencampur semua pengeluaran rumah dalam satu rekening. Idealnya, pemilik rumah memisahkan biaya perawatan rutin, anggaran renovasi berkala, dan dana darurat rumah agar arus kas lebih teratur.
Certified Financial Planner, Annisa Steviani, menyarankan untuk menyisihkan sekitar 1% hingga 2% dari nilai rumah setiap tahun untuk biaya maintenance dan renovasi ringan. Sebagai contoh, untuk rumah senilai Rp500 juta, dana perawatan ideal berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta per tahun, atau sekitar Rp416 ribu hingga Rp833 ribu per bulan. Dengan menyisihkan dana secara rutin, biaya perawatan tidak terasa berat saat dibutuhkan.
Selain itu, Annisa juga merekomendasikan memiliki dana darurat khusus properti yang terpisah dari dana darurat pribadi. Dana ini sebaiknya sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta dan hanya digunakan untuk kondisi darurat seperti atap ambruk, pohon tumbang, atau korsleting listrik. Pemisahan ini penting karena fungsi anggaran maintenance dan dana darurat berbeda; maintenance untuk kebutuhan yang dapat diprediksi, sedangkan dana darurat untuk kejadian tak terduga.
Untuk memudahkan pengelolaan, pemilik rumah dapat memanfaatkan fitur Kantong Jago atau Kantong Jago Syariah. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat kantong terpisah untuk setiap tujuan, seperti Dana Darurat Rumah, Budget Renovasi, dan Maintenance Rutin. Selain itu, ada fitur auto-budgeting untuk mengalokasikan dana secara otomatis setiap bulan, sehingga pengeluaran rumah tangga lebih mudah dipantau dan anggaran tetap terjaga.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0