Dana Pusat Dihapus, Padang Fokuskan “Smart Surau” Sebagai Program Prioritas 2026

Pemerintah Kota Padang menetapkan program “Smart Surau” sebagai prioritas utama tahun 2026, menyusul pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) yang memaksa penghentian sementara seluruh program unggulan dan pembangunan fisik. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan seluruh ASN tetap harus bekerja maksimal meski tanpa proyek besar. Fokus kini diarahkan pada pembinaan karakter religius melalui gerakan salat subuh berjemaah.

Oct 27, 2025 - 08:01
Oct 27, 2025 - 08:02
 0
Dana Pusat Dihapus, Padang Fokuskan “Smart Surau” Sebagai Program Prioritas 2026

PADANG — Pemerintah Kota Padang mengambil langkah strategis dalam menghadapi keterbatasan anggaran tahun 2026. Setelah adanya pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, berbagai program unggulan dan kegiatan pembangunan fisik diputuskan untuk dihentikan sementara.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan kebijakan ini bukan bentuk kemunduran, melainkan penyesuaian arah pembangunan menuju pembentukan karakter masyarakat yang lebih religius dan disiplin melalui program Smart Surau.

“Tahun depan tidak ada progul yang dijalankan, pengerjaan fisik tidak ada,” ujar Fadly dalam keterangannya baru-baru ini.
“Namun ASN harus tetap bekerja maksimal dan mendukung pelaksanaan Smart Surau yang tidak membutuhkan tambahan anggaran,” tambahnya.

Apa Itu Program “Smart Surau”?

Program Smart Surau merupakan gerakan pembinaan karakter religius yang menyasar pelajar tingkat SD dan SMP di Kota Padang. Program ini mewajibkan peserta didik melaksanakan salat subuh berjemaah di masjid atau musala setiap hari, sebagai bagian dari pembentukan disiplin, kedisiplinan waktu, serta pembiasaan ibadah sejak dini.

Program tersebut pertama kali diluncurkan pada 6 Oktober 2025, dan sejak itu telah melibatkan ratusan sekolah dasar serta sekolah menengah pertama di berbagai kecamatan di Kota Padang.

Melalui gerakan ini, pemerintah berupaya menumbuhkan nilai spiritual, sosial, dan moral pada generasi muda agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan memiliki rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Mengapa Smart Surau Jadi Program Prioritas?

Menurut Wali Kota Fadly Amran, keputusan menjadikan Smart Surau sebagai prioritas utama tahun 2026 didasari oleh dua alasan utama:

  1. Efisiensi anggaran akibat pemotongan dana TKD.

  2. Kebutuhan mendesak akan pendidikan karakter dan moral di kalangan generasi muda.

“Pendidikan anak harus lebih baik dari kita. Karena itu, pendidikan karakter melalui Smart Surau menjadi penting,” tegas Fadly.

Ia menilai bahwa di tengah tantangan sosial dan perkembangan teknologi yang pesat, pembangunan karakter religius menjadi benteng moral yang perlu diperkuat. Dengan kegiatan sederhana seperti salat berjemaah, anak-anak akan belajar tentang kedisiplinan, kepatuhan, dan kebersamaan.

Bagaimana Program Ini Dijalankan?

Pelaksanaan Smart Surau dilakukan secara kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan pengurus masjid/musala. Para guru dan ASN juga diharapkan menjadi contoh teladan dalam penerapan nilai-nilai religius di lingkungan masing-masing.

Setiap pelajar diwajibkan untuk mengikuti salat subuh berjemaah, dan kehadirannya dapat dipantau melalui laporan dari pihak sekolah atau tokoh masyarakat setempat. Selain itu, kegiatan ini juga dikaitkan dengan pembinaan akhlak dan kegiatan belajar di luar sekolah.

Mulai tahun 2026, Pemko Padang berencana memperluas cakupan program ini, tidak hanya untuk pelajar, tetapi juga bagi ASN dan tenaga pendidik di lingkungan pemerintah kota.

“Terus pantau dan tegakkan salat subuh berjemaah di masjid dan musala. Saya yakin Smart Surau bisa mengurangi aktivitas malam dan memperkuat kedisiplinan,” ujar Fadly optimistis.

Dampak Pemangkasan TKD bagi Pembangunan Kota

Pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) berdampak langsung terhadap sejumlah program unggulan Kota Padang yang sebelumnya menjadi andalan, seperti pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas umum, dan program bantuan masyarakat.

Dengan keterbatasan tersebut, Pemerintah Kota memutuskan tidak menjalankan program unggulan (progul) maupun pembangunan fisik pada tahun 2026. Seluruh fokus dialihkan ke sektor non-fisik yang lebih menekankan penguatan sumber daya manusia dan nilai sosial masyarakat.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk adaptasi cerdas menghadapi dinamika keuangan daerah, tanpa harus mengorbankan arah pembangunan jangka panjang.

Dukungan ASN dan Masyarakat

Dalam arah kebijakan baru ini, Wali Kota Fadly Amran meminta dukungan penuh dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, dan masyarakat.
ASN diminta untuk menjadi pelopor pelaksanaan Smart Surau, sekaligus memastikan keberlangsungan kegiatan di lingkungan masing-masing.

Fadly juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat, terutama para orang tua, dalam membimbing anak-anak agar rutin mengikuti kegiatan salat berjemaah.

“Kedisiplinan tidak hanya dibentuk di sekolah, tapi juga di rumah dan tempat ibadah. Kolaborasi semua pihak akan menentukan keberhasilan Smart Surau,” katanya.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski banyak mendapat dukungan, pelaksanaan program Smart Surau tidak lepas dari tantangan, seperti kurangnya pengawasan rutin, perbedaan waktu ibadah antar wilayah, serta keterlibatan orang tua yang belum merata.
Untuk mengatasi hal ini, Pemko Padang berencana memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Harapannya, Smart Surau dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar membentuk karakter religius masyarakat Kota Padang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0