Banjir Bandang Nepal Hancurkan 80 Jembatan, Ribuan Orang Masih Terjebak di Lumpur
Banjir bandang dan tanah longsor menerjang perbatasan Nepal dan Tibet pada 26 Agustus. Ribuan orang diduga masih terjebak, sementara 1.976 orang berhasil diselamatkan. Sebanyak 80 jembatan hancur, 40 kilometer jalan rusak, dan 14 proyek PLTA lumpuh. NDRRMA mengerahkan 13.295 personel dan 15 helikopter untuk operasi pencarian dan penyelamatan.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8) meninggalkan dampak besar. Ribuan orang diyakini masih terjebak di antara lumpur dan puing-puing akibat terjangan banjir yang menyapu kawasan tersebut.
Badan Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal (NDRRMA) melaporkan bahwa sebanyak 13.295 personel telah dikerahkan untuk operasi pencarian dan penyelamatan. Personel tersebut terdiri dari aparat kepolisian, tentara, dan angkatan kepolisian bersenjata. Selain itu, 15 helikopter dimobilisasi, meliputi enam unit milik Angkatan Darat Nepal dan sembilan unit milik swasta.
Dari upaya penyelamatan yang berlangsung, sebanyak 1.976 orang berhasil dievakuasi dengan menggunakan helikopter. Meski demikian, ribuan orang lainnya masih diyakini terperangkap di lokasi bencana.
Laporan awal menyebutkan bahwa musibah ini dipicu oleh gempa bumi yang menyebabkan longsoran es dan batuan di Sungai Lhende Khola, sungai yang melintasi wilayah Nepal dan Tibet. Namun, analisis lebih lanjut dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan tidak ada gempa bumi sebelum tanah longsor dan banjir bandang terjadi.
Infrastruktur vital di kawasan tersebut mengalami kerusakan parah. Departemen Jalan Raya Nepal mencatat sebanyak 35 jembatan yang dapat dilalui kendaraan bermotor dan 45 jembatan gantung hancur. Sekitar 40 kilometer jalan beraspal juga dilaporkan rusak akibat bencana ini.
Banjir mengubah jalanan berkelok di tepi sungai Nepal menjadi hamparan lumpur tebal. Jaringan telepon dan menara seluler tidak berfungsi, begitu pula aliran listrik di rumah-rumah yang masih berdiri. Kondisi ini menyebabkan seperempat juta penduduk Nepal di distrik-distrik paling terdampak berada dalam kondisi terisolasi seperti di pulau terpencil.
Kementerian Energi, Sumber Daya Air, dan Irigasi pada Rabu merinci bahwa sejumlah pembangkit listrik, transmisi, dan distribusi listrik lumpuh. Kerusakan tersebut termasuk pada 14 proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Hingga saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk menjangkau korban yang masih terjebak. Kondisi medan yang berat serta kerusakan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat di lapangan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0