Luapan Air Rendam Simpang Anduring Padang, Puluhan Motor Mogok
Hujan deras menyebabkan luapan air menggenangi Simpang Anduring, Padang, sehingga puluhan sepeda motor mogok. Warga setempat membantu pengendara yang kesulitan. Pedagang dan saksi menyebut banjir terjadi berulang akibat saluran drainase yang kecil. Warga berharap pemerintah melakukan normalisasi drainase.
Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak dini hari hingga sore menyebabkan luapan air menggenangi Jalan Simpang Anduring, Kecamatan Kuranji, pada Senin (3/8/2026). Genangan air yang cukup tinggi membuat puluhan sepeda motor mogok saat melintas di kawasan tersebut.
Luapan air terjadi karena saluran drainase dinilai tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi. Akibatnya, arus lalu lintas di Simpang Anduring sempat tersendat. Sejumlah pemuda setempat turun ke jalan untuk membantu pengendara yang kendaraannya mogok akibat menerobos genangan.
Yoland, marketing Pinzy Accessories Anduriang, mengatakan air mulai meluap setelah waktu Zuhur. Sempat surut ketika intensitas hujan berkurang, namun kembali naik usai waktu Ashar sehingga menutupi badan jalan. "Tadi sempat surut, tapi sore air kembali naik dan sampai setinggi ini," ujarnya.
Menurut Yoland, banyak pengendara nekat melintasi genangan sehingga mesin kendaraan kemasukan air dan akhirnya mogok di tengah jalan. Warga sekitar pun berinisiatif membantu mendorong kendaraan ke tempat yang lebih aman.
Sayuti, seorang pedagang yang telah lama berjualan di sekitar Simpang Anduring, mengatakan banjir di kawasan tersebut bukanlah kejadian baru. Menurutnya, setiap kali hujan deras mengguyur dengan durasi yang cukup lama, air hampir selalu meluap ke jalan. "Ini sudah biasa. Kalau hujan tinggi, pasti air naik. Ini saja saya harus buat papan supaya air tidak masuk," katanya.
Ia menilai penyebab utama luapan air adalah ukuran selokan yang terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi. Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi atau pelebaran saluran drainase agar banjir serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0