Kirab Budaya Meriahkan 1 Suro di Mrican Kediri, Sedekah Bumi Jadi Agenda Tahunan Warga
Warga Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri menggelar kirab budaya dan sedekah bumi untuk memperingati 1 Suro 1448 Hijriah. Kegiatan yang diikuti 8 RW ini menjadi tradisi tahunan untuk melestarikan budaya Jawa dan mempererat kerukunan. Rangkaian acara berlanjut dengan pagelaran wayang kulit dan ditutup seni jaranan.
Warga Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, kembali menggelar tradisi Sedekah Bumi dalam rangka memperingati 1 Suro 1448 Hijriah. Acara yang berlangsung pada Minggu (28/6/2026) ini dipusatkan di Start lingkar Universitas Brawijaya (UB) dan berakhir di kantor Kelurahan Mrican. Kirab budaya tersebut diikuti oleh 8 RW serta warga dari berbagai kalangan, sebagai wujud pelestarian tradisi budaya Jawa sekaligus mempererat kerukunan masyarakat.
Prosesi kirab dilepas secara resmi oleh Camat Mojoroto, Lurah Mrican, anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Hanura Pujiono, SE, serta sejumlah tokoh masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari berbagai penampilan peserta yang mengenakan pakaian adat Jawa dan ornamen bernuansa budaya Jawa. Arak-arakan melintasi jalan lingkungan dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab.
Anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Hanura, Pujiono, SE, yang akrab disapa Mbah Tugu, menyampaikan bahwa kegiatan di bulan Suro ini dapat menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi antarwarga sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari. "Melalui peringatan Bulan Suro ini, kami berharap masyarakat terus menjaga persatuan, melestarikan budaya lokal, serta memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan Kelurahan Mrican," ujarnya, Senin (29/6/2026).
Mbah Tugu juga mengapresiasi seluruh panitia, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga yang telah berpartisipasi dalam acara kirab budaya bulan Suro dan sedekah bumi. Menurutnya, momen 1 Muharam atau bulan Suro ini bisa menjadi agenda tahunan dengan melibatkan warga tiap RT serta generasi muda dalam berbagai kesenian dan tradisi. Hal ini dinilai penting untuk menumbuhkan minat generasi muda dalam melestarikan budaya lokal.
Sebelum gelaran kirab budaya, pada tanggal 26 Juni 2026 digelar tumpengan di punden Sentono Gajah. Acara tersebut dihadiri oleh Lurah, RT, RW, perwakilan Kecamatan, serta Romo Kyai Haji Zaenal Arifin, yang turut memanjatkan doa memohon keagungan kerukunan dan keberkahan. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat silaturahmi antarwarga, semangat gotong royong, serta meningkatkan rasa memiliki terhadap tradisi lokal di tengah perkembangan zaman.
Menurut Mbah Tugu, kegiatan ini murni dari swadaya masyarakat sehingga rasa kebersamaan sangat kental dan melekat bagi warga lingkungan Mrican. Hal itu terlihat dari suasana guyub rukun dan penuh keberkahan. Rangkaian acara masih akan berlanjut pada Jumat, 3 Juli 2026, dengan pagelaran Wayang Kulit. Puncaknya akan ditutup dengan pagelaran seni jaranan pada Minggu, 5 Juli 2026, di Lapangan Mrican.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0