179 Siswa MTsN 2 Banyumas Pukau Panggung Lewat Sendratari Nusantara
Sebanyak 179 siswa kelas IX MTsN 2 Banyumas menggelar Pagelaran Sendratari Nusantara bertema Hidupkan Kisah, Abadikan Budaya. Tujuh kelas menampilkan legenda Nusantara seperti Rama Sinta, Roro Jonggrang, hingga Sangkuriang dengan kostum daerah dan koreografi rapi. Kegiatan ini menjadi ujian praktik Seni Budaya sekaligus sarana pembelajaran karakter bagi para siswa.
Halaman depan MTsN 2 Banyumas, Jawa Tengah, disulap menjadi panggung budaya yang megah pada Kamis (16/04/2026). Sebanyak 179 siswa kelas IX menggelar Pagelaran Sendratari Nusantara sebagai bagian dari ujian praktik Seni Budaya. Mengusung tema Hidupkan Kisah, Abadikan Budaya, kegiatan ini menegaskan bahwa seni pertunjukan tradisional masih memiliki tempat istimewa di kalangan pelajar.
Kepala MTs Negeri 2 Banyumas, Atik Restusari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat dan totalitas para siswa. Menurutnya, pagelaran ini bukan sekadar ujian untuk meraih nilai, melainkan wujud nyata kecintaan siswa terhadap budaya bangsa. Ia juga berpesan agar para siswa terus berkarya karena kreativitas merupakan bekal masa depan yang tak ternilai.
Tujuh kelas tampil bergantian membawakan kisah legenda Nusantara dengan penuh penghayatan. Kelas 9B membuka pertunjukan dengan kisah Rama Sinta, disusul kemegahan Roro Jonggrang dari kelas 9G. Kelas 9F menghadirkan nuansa ceria lewat Ande-ande Lumut yang berhasil menarik perhatian hadirin.
Penampilan semakin semarak ketika kelas 9A membawakan legenda Danau Toba yang sarat pesan moral. Keberanian Timun Mas diperagakan oleh kelas 9C, sementara kelas 9E memanjakan mata dengan kisah Lutung Kasarung. Sebagai penutup, kelas 9D menyajikan legenda Sangkuriang yang penuh dramatisasi dan makna mendalam tentang kehidupan.
Setiap pertunjukan ditampilkan dengan kostum daerah yang memukau dan koreografi yang tertata rapi, mencerminkan kerja keras para siswa. Riuh tepuk tangan dari siswa kelas VII dan VIII, para guru, serta tenaga kependidikan menjadi bukti kuatnya daya tarik budaya ketika dihidupkan oleh generasi muda.
Lebih dari sekadar pertunjukan seni, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran karakter yang berharga. Para siswa dilatih untuk bekerja sama, membangun rasa percaya diri, dan menyelami nilai-nilai luhur budaya Nusantara yang kaya akan hikmah kehidupan. Pengalaman ini diharapkan membentuk jiwa dan kepribadian mereka.
Pihak madrasah menyampaikan pesan penting agar budaya bangsa dilestarikan dengan hati yang tulus, karena di dalamnya tersimpan jati diri dan martabat bangsa. Harapan besar juga tercurah dalam pesan penutup: jangan biarkan budaya hanya menjadi cerita masa lalu. Hidupkan, jaga, dan wariskan kepada generasi berikutnya agar Nusantara tetap berdenyut dalam jiwa anak-anak negeri.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0