Danantara Gelontorkan Rp456 Miliar, Proyek Apartemen LRT City yang Mangkrak Akhirnya Mau Dibereskan
Danantara Indonesia menyiapkan suntikan dana Rp456 miliar ke PT Adhi Karya untuk menuntaskan proyek Apartemen LRT City yang mangkrak. Sekitar 2.400 konsumen belum menerima unit yang dijanjikan sejak 2023-2024. COO Danantara Dony Oskaria menegaskan penyelesaian ini penting agar masyarakat tidak dirugikan.
Danantara Indonesia menyiapkan langkah konkret untuk menuntaskan proyek Apartemen LRT City yang selama ini terbengkalai. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyuntikkan dana sebesar Rp456 miliar ke PT Adhi Karya (Persero) Tbk guna menyelesaikan proyek tersebut.
"Ya nanti akan ada bentuknya equity injection untuk penyelesaian. Saya membutuhkan penyelesaian itu Rp 456 miliar. Itu akan kita lakukan," ujar Dony saat ditemui dalam acara Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK, Banten, Kamis (27/8).
Menurut Dony, masih ada sekitar 2 ribu konsumen Apartemen LRT City yang belum memperoleh hak mereka. Karena itu, ia menegaskan Danantara berkomitmen merampungkan persoalan ini. Baginya, penyelesaian proyek menjadi keharusan agar perusahaan tidak merugikan masyarakat.
Dony mengaku telah memanggil langsung pihak Adhi Karya selaku pengembang proyek. Ia pun meminta dengan tegas agar pengembang tidak merugikan para konsumen. "Bayangkan orang menyisakan uangnya, menempatkan uangnya, itu uang tabungannya. Apalagi itu uang rumah pertama. Itu dzalim namanya," kata Dony.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN ini memastikan polemik hunian tersebut akan segera tertangani. "Teman-teman yakinlah sama saya, pasti akan saya bereskan. Kita akan selesaikan kurang lebih untuk menyelesaikan 2 ribu sekian saudara-saudara kita yang sudah membayar itu. Tidak boleh orang terdzalimi dengan hal-hal begitu," ujarnya.
Proyek apartemen LRT City sendiri dikembangkan oleh anak usaha Adhi Karya, yakni PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Dua proyek yang kini mangkrak adalah LRT City Ciracas dan LRT City Tebet, yang struktur bangunannya telah berdiri hingga tahap topping off. Namun, pekerjaan interior dan pembangunan fasilitas terhenti sejak setelah Lebaran 2025. Sementara itu, LRT City Cibubur belum memasuki tahap pembangunan fisik dan lahannya masih berupa area kosong.
Berdasarkan data ADCP, sekitar 2.400 konsumen hingga kini belum menerima unit apartemen yang telah dibeli. Sebagian besar konsumen dijanjikan serah terima pada periode 2023 hingga 2024. Hingga saat ini, banyak pembeli yang telah melunasi pembayaran maupun masih mencicil Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) belum memperoleh kepastian penyelesaian.
Pihak ADCP telah dipertemukan dengan sejumlah konsumen yang mengadu ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui kanal BENAR-PKP. Dalam mediasi antara ADCP dengan perwakilan konsumen pada 24 Juli 2026, mereka menjelaskan proyek mangkrak karena kondisi dipengaruhi tekanan likuiditas perusahaan, proses restrukturisasi internal, serta perubahan kepemimpinan.
Sebagai langkah awal penyelesaian, ADCP menyampaikan komitmen untuk tetap menyelesaikan proyek secara bertahap. Pengembang juga menawarkan skema pinjam pakai unit yang telah selesai dibangun di proyek lain, termasuk di kawasan Jatibening dan Sentul, maupun opsi perpindahan unit dengan spesifikasi yang setara sebagai solusi sementara bagi konsumen yang membutuhkan hunian. Sementara itu, terkait permintaan pengembalian dana (refund), pengembang menyampaikan belum dapat memenuhi karena kondisi arus kas perusahaan yang masih mengalami tekanan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0