JD Vance Blak-blakan Sebut Perang Iran Biang Kekalahan Partai Republik di Pemilu AS
Wakil Presiden AS JD Vance menyebut perang melawan Iran sebagai penyebab utama kekalahan Partai Republik dalam pemilu paruh waktu. Ia menilai konflik itu merugikan partainya dan menjadi pukulan bagi pemerintahan Trump. Trump sendiri mengakui Iran turut memengaruhi hasil pemilu, namun menegaskan tak menyesali keputusannya memulai perang.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengungkap alasan di balik kekalahan Partai Republik pada pemilu paruh waktu. Menurutnya, perang melawan Iran menjadi faktor utama yang membuat partainya kehilangan dukungan. Konflik tersebut dinilai telah merugikan Partai Republik sekaligus menjadi pukulan bagi pemerintahan Presiden Donald Trump.
Pernyataan itu disampaikan Vance melalui unggahan di media sosial X pada Rabu (5/11). Ia menegaskan penyebab kekalahan Partai Republik sebenarnya sudah diketahui banyak pihak, yakni perang Iran yang dilancarkan Trump bersama Israel sejak Februari lalu.
"Alasan sebenarnya kita kalah sudah jelas bagi hampir semua orang. Alasan kita kalah adalah perang. Presiden sendiri mengatakan demikian tadi malam," tulis Vance, seperti dikutip The Guardian.
Vance menantang pihak yang menilai perang tersebut sepadan dengan konsekuensi politik yang harus ditanggung. Menurutnya, kehilangan kendali atas Senat selama enam tahun ke depan adalah harga yang harus dibicarakan secara jujur, terlepas dari setuju atau tidak.
Ia juga menegaskan bahwa setiap pembahasan mengenai langkah politik Partai Republik ke depan harus dimulai dengan mengakui dampak perang tersebut. "Semua orang tahu mengapa kita kalah. Dan setiap percakapan jujur tentang ke mana kita akan melangkah selanjutnya harus dimulai dari sana," ujarnya.
Pernyataan Vance menjadi sorotan karena sebelumnya ia termasuk tokoh yang mewakili upaya pemerintahan Trump membuka jalur perundingan dengan Teheran. Ia juga dikenal memiliki keraguan terhadap perang Iran yang hingga kini belum terselesaikan, sekaligus berupaya menjauhkan diri dari konflik tersebut menjelang kemungkinan pencalonan kembali ke Gedung Putih pada 2028.
Senada dengan Vance, Trump juga mengakui perang Iran menjadi salah satu faktor kekalahan Partai Republik. Dalam wawancara melalui telepon dengan Wall Street Journal pada Selasa (4/11), Trump menyebut konflik tersebut turut memengaruhi hasil pemilu. "Iran adalah salah satu penyebabnya," kata Trump.
Meski demikian, Trump menegaskan tidak menyesali keputusannya memulai perang melawan Iran. Ia bahkan menyatakan akan kembali mengambil keputusan yang sama jika menghadapi situasi serupa. "Saya tidak memikirkannya. Saya melakukan hal yang benar. Saya akan melakukannya lagi," ujar Trump.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)