Gempuran Israel di Gaza: 123 Tewas dalam Sehari, Krisis Memburuk

Serangan terbaru Israel di Gaza tewaskan 123 orang dalam 24 jam, perburuk krisis kemanusiaan dan kelaparan yang melanda warga sipil.

Aug 14, 2025 - 12:05
 0
Gempuran Israel di Gaza: 123 Tewas dalam Sehari, Krisis Memburuk
Gambar yang diambil dari Khan Yunis di Jalur Gaza selatan ini menunjukkan kepulan asap saat berlangsungnya pertempuran di kawasan Sultan, barat laut Rafah, 18 Juni 2024. (Bashar TALEB / AFP)

Jakarta – Ketegangan di Gaza kembali memuncak setelah serangan udara dan darat militer Israel menewaskan sedikitnya 123 warga dalam waktu 24 jam. Angka ini menjadi jumlah korban harian tertinggi dalam sepekan terakhir, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza, Kamis (14/8/2025).

Gelombang serangan terbaru tersebut membuat total korban jiwa terus meningkat drastis sejak konflik kembali pecah. Serangan gencar ini menghantam berbagai titik di Kota Gaza, termasuk kawasan pemukiman padat penduduk, memicu kekhawatiran akan memburuknya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Hamas dan Mesir Bahas Upaya Gencatan Senjata

Di tengah serangan yang semakin intens, kelompok Hamas dikabarkan masih melanjutkan pembicaraan dengan mediator dari Mesir. Topik utama yang dibahas adalah kemungkinan tercapainya gencatan senjata. Namun, negosiasi tersebut berjalan lambat, sementara konflik terus berlanjut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka menyatakan bahwa operasi militer bertujuan merebut kembali Gaza. “Mereka tidak akan diusir, mereka akan diizinkan keluar,” ujarnya kepada i24NEWS. Netanyahu juga menantang negara-negara yang mengaku peduli pada Palestina untuk membuka pintu bagi warga Gaza, bukan hanya memberi kritik terhadap Israel.

Pejabat Israel memperkirakan rencana pengambilalihan penuh Kota Gaza masih membutuhkan waktu beberapa minggu lagi. Artinya, masih ada peluang untuk menghentikan kekerasan melalui gencatan senjata, meskipun peluang tersebut semakin tipis akibat intensitas pertempuran yang terus meningkat.

Serangan Menghantam Pemukiman dan Fasilitas Sipil

Berdasarkan kesaksian warga, pesawat tempur dan tank Israel membombardir wilayah timur Kota Gaza, khususnya di lingkungan Zeitoun dan Shejaia. Serangan semalam membuat banyak rumah hancur dan memaksa warga mencari tempat perlindungan.

Rumah Sakit Al-Ahli melaporkan bahwa 12 orang, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan udara yang menghantam sebuah rumah di Zeitoun. Di wilayah selatan, tank-tank Israel menghancurkan rumah-rumah di Khan Younis, sementara di pusat Kota Gaza, tembakan Israel menewaskan sembilan orang yang sedang mencari bantuan kemanusiaan dalam dua kejadian terpisah. Hingga kini, militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut.

Krisis Kemanusiaan: Kelaparan Ancam Warga Gaza

Selain korban akibat serangan langsung, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat delapan kematian baru yang disebabkan oleh kelaparan dan kekurangan gizi dalam 24 jam terakhir. Tragisnya, tiga di antaranya adalah anak-anak. Sejak dimulainya perang, total korban tewas akibat kelaparan dan gizi buruk telah mencapai puluhan orang, memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza.

Dengan tambahan korban baru, total kematian akibat konflik mencapai 235 orang, termasuk 106 anak-anak. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah jika situasi tidak segera mereda dan bantuan kemanusiaan tidak dapat masuk secara memadai.

Harapan yang Kian Menipis

Meski pembicaraan damai masih berlangsung, harapan untuk segera menghentikan pertumpahan darah semakin menipis. Wilayah Gaza kini menghadapi kombinasi ancaman mematikan: serangan militer yang tak kunjung berhenti, kelangkaan pangan, serta minimnya akses terhadap layanan kesehatan. Dunia internasional pun didesak untuk segera mengambil langkah nyata agar penderitaan warga sipil tidak semakin parah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0