Geger Skandal Data Klien, KPMG Australia PHK Hampir 400 Karyawan

KPMG Australia memutuskan hubungan kerja terhadap hampir 400 pekerja, termasuk 27 partner, setelah skandal penyalahgunaan informasi klien. PHK ini setara 5 persen tenaga kerja, dengan divisi konsultasi paling terdampak. CEO John Sams mengakui tantangan akibat kegagalan internal dan berkomitmen membangun kembali kepercayaan. Pendapatan perusahaan turun 1 persen, sementara bisnis konsultasi anjlok 17 persen.

Aug 24, 2026 - 07:29
Updated: 2 months ago
0
Geger Skandal Data Klien, KPMG Australia PHK Hampir 400 Karyawan
Geger Skandal Data Klien, KPMG Australia PHK Hampir 400 Karyawan

KPMG Australia mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap hampir 400 pekerja sebagai buntut dari skandal penyalahgunaan informasi rahasia klien yang mengguncang perusahaan. Langkah ini diambil setelah perusahaan menghadapi tekanan besar akibat kegagalan internal yang mencoreng reputasi mereka di industri jasa profesional.

Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyatakan akan mengurangi sekitar 5 persen dari total tenaga kerja. Pemangkasan tersebut mencakup 27 partner dan sekitar 360 karyawan, dengan sebagian besar pengurangan berasal dari divisi konsultasi dan layanan bisnis. Keputusan ini diumumkan di tengah upaya KPMG untuk memulihkan kepercayaan publik dan klien.

CEO KPMG Australia, John Sams, mengakui bahwa perusahaan menghadapi tantangan berat akibat kegagalan internal yang terjadi. "Kami menyadari tantangan yang muncul akibat kegagalan kami sendiri, serta pekerjaan yang harus terus kami lakukan untuk membangun kembali kepercayaan," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Reuters pada Senin (24/8).

Skandal ini bermula pada Maret 2026 ketika sejumlah whistleblower menuding staf KPMG menggunakan informasi rahasia klien untuk memenangkan kontrak audit bernilai besar. Tuduhan tersebut memicu perubahan besar di jajaran pimpinan, dengan mantan CEO, kepala divisi Audit, Chairman, serta sejumlah partner senior meninggalkan perusahaan. Sams, yang sebelumnya menjabat sebagai partner di Commercial Advisory and Transactions, ditunjuk sebagai CEO pada Juli 2026.

Selain PHK, KPMG juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Australia akan tetap lemah hingga setidaknya 2028. Kondisi ini diperkirakan menekan investasi klien dan memperpanjang waktu pengambilan keputusan bisnis. "Meski kondisi kemungkinan akan terus berlanjut, kami tetap fokus pada hal-hal yang dapat kami kendalikan," tambah Sams.

Dari sisi kinerja, pendapatan KPMG turun 1 persen menjadi US$2,257 miliar atau sekitar Rp39,94 triliun (dengan asumsi kurs Rp17.698) pada tahun yang berakhir Juni 2026. Penurunan ini terutama disebabkan oleh anjloknya pendapatan bisnis konsultasi yang hampir mencapai 17 persen, diperparah dengan hilangnya sejumlah kontrak pemerintah.

Meski demikian, empat dari lima divisi perusahaan masih mencatat pertumbuhan pendapatan. Divisi Deal Advisory and Infrastructure tumbuh 3 persen, Tax and Legal serta Audit and Assurance masing-masing tumbuh 11 persen, dan Mid-Market and Private tumbuh 6,4 persen. Perusahaan juga telah sepakat untuk tidak mengikuti tender pekerjaan baru dari pemerintah federal hingga 30 September 2026, selama pemerintah Australia melakukan peninjauan terhadap tata kelola, budaya etika, dan integritas perusahaan.

Sebagai bagian dari restrukturisasi, KPMG akan menyederhanakan sebagian struktur organisasinya untuk membentuk tim yang lebih terintegrasi dan menyesuaikan operasional dengan layanan advisory global KPMG. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan di tengah tantangan yang ada.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User