Bukan Lagi π, Emoji π Kini Jadi Favorit Gen Z, Ini Alasannya
Emoji loud crying face (π) menjadi emoji paling populer di kalangan Gen Z, mengalahkan emoji tertawa seperti π€£ dan π. Data Google dari 665 juta emoji menunjukkan emoji ini tak hanya untuk kesedihan, tapi juga humor dan emosi meluap. Para ahli linguistik menyebut remaja perempuan berada di garda terdepan perubahan bahasa, dan Gen Z cenderung menciptakan makna baru untuk emoji yang ada.
Jakarta - Emoji wajah menangis dengan air mata deras atau loud crying face (π) kini menjadi emoji paling populer di kalangan Gen Z. Emoji ini berhasil menggeser posisi emoji tertawa seperti rolling-on-the-floor laughing (π€£) dan tears of joy (π) yang sebelumnya banyak digunakan.
Menurut Emojipedia.org, emoji loud crying face secara harfiah menggambarkan kesedihan mendalam hingga menangis cukup keras. Ekspresi ini dinilai lebih intens dibandingkan emoji menangis lainnya karena air mata yang mengalir sangat deras.
Google mengumpulkan data secara anonim dari sampel 665 juta emoji yang digunakan masyarakat di seluruh dunia melalui aplikasi keyboard Gboard sepanjang tahun 2025. Hasilnya, emoji ini tidak hanya dipakai untuk menunjukkan perasaan sedih, tetapi juga sering digunakan untuk menyampaikan humor, candaan, dan emosi yang meluap-luap.
Laporan lain dari The New York Times yang menganalisis unggahan di Reddit dan mewawancarai para ahli bahasa menemukan bahwa anak-anak Gen Z menganggap emoji-emoji lain terlalu pasaran. Emoji ini paling sering digunakan oleh remaja perempuan, yang secara umum cenderung memiliki lebih banyak hubungan sosial dan kosakata emosional yang lebih luas.
"Remaja, khususnya remaja perempuan, selalu berada di barisan terdepan dalam perubahan bahasa," ungkap Sali A. Tagliamonte, profesor linguistik dari University of Toronto, seperti dikutip The Print, Kamis (20/8).
Google juga mengungkap pergeseran peringkat dan cara penggunaan emoji. Beberapa emoji mulai tergantikan, misalnya emoji thumbs-up (ππ½) yang semakin jarang digunakan, sementara emoji folded-hands (ππ») justru semakin sering dipakai.
Tren penggunaan emoji memang berubah dengan cepat. Generasi Milenial ke atas cenderung lebih gencar menggunakan emoji tertentu, sedangkan Gen Z dan Gen Alpha lebih bervariasi. Setiap generasi memiliki perbedaan dalam menggunakan emoji, meski untuk menyampaikan perasaan yang sama.
Gen Z dan Gen Alpha sering menciptakan arti baru dari emoji yang sudah ada atau mengganti emoji lama dengan pilihan yang lebih seru dan relevan. Contohnya, emoji bunga mawar merah yang layu (π₯) kini semakin sering digunakan remaja untuk menunjukkan kesedihan, patah hati, atau kelelahan emosional, menggantikan emoji hati retak (π).
Selain itu, remaja lebih suka menggunakan emoji api dalam situasi di mana orang yang lebih tua akan menggunakan emoji 100%. Emoji Moai (πΏ) yang menampilkan patung batu raksasa juga lebih populer di kalangan Gen Z dan Gen Alpha untuk merespons secara datar, memasang wajah lempeng, atau menyampaikan sindiran halus.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)