BNI Sekuritas Tanggapi Isu Perundungan yang Viral di Media Sosial
PT BNI Sekuritas merespons isu dugaan perundungan yang viral di media sosial dan dikaitkan dengan salah satu pegawainya. Perusahaan menyatakan perundungan terjadi saat pelaku dan korban masih berstatus pelajar, sebelum pegawai tersebut bergabung. BNI Sekuritas menghormati proses komunikasi dan mediasi yang sedang berlangsung, serta berkomitmen menindaklanjuti sesuai kebijakan internal dan peraturan yang berlaku.
PT BNI Sekuritas angkat bicara terkait isu dugaan perundungan yang ramai diperbincangkan di media sosial dan dikaitkan dengan salah satu pegawainya. Perusahaan menyatakan telah mencermati perkembangan percakapan publik yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan informasi yang diterima, dugaan perundungan tersebut disebut terjadi ketika pihak-pihak yang terlibat masih berstatus pelajar, jauh sebelum yang bersangkutan bergabung dengan BNI Sekuritas. Hal ini disampaikan oleh Pgs. Head of Corporate Communications BNI Sekuritas, Tjut Aliffah Keumala, dalam keterangan tertulis.
Isu ini bermula dari unggahan seorang pengguna media sosial yang membagikan pengalaman menjadi korban perundungan saat masih bersekolah. Unggahan tersebut kemudian meluas di berbagai platform seperti Threads, X, Instagram, hingga TikTok, setelah sejumlah warganet mengaitkan sosok yang disebut dalam cerita dengan posisinya di bidang Human Capital BNI Sekuritas.
BNI Sekuritas menegaskan bahwa perundungan merupakan persoalan serius karena dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi korban. Perusahaan juga memahami bahwa komunikasi masih berlangsung di antara para pihak sebagai bagian dari upaya mencari penyelesaian.
Menurut BNI Sekuritas, proses tersebut diharapkan dapat berlanjut melalui mediasi yang lebih menyeluruh dengan tetap memberikan ruang bagi masing-masing pihak untuk menyampaikan penjelasan. "Kami menghormati setiap upaya penyelesaian yang sedang ditempuh. BNI Sekuritas berharap proses komunikasi dan mediasi lanjutan dapat berlangsung secara baik, proporsional, dan menghormati kepentingan seluruh pihak," lanjut Aliffah.
Lebih lanjut, BNI Sekuritas menyatakan akan menindaklanjuti setiap informasi yang berkembang sesuai kebijakan internal perusahaan, ketentuan yang berlaku, serta peraturan perundang-undangan. Perusahaan menegaskan proses tersebut akan dilakukan dengan tetap menghormati hak seluruh pihak dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
BNI Sekuritas juga menegaskan komitmennya untuk menjaga tata kelola perusahaan yang baik serta menciptakan lingkungan kerja yang profesional, aman, dan saling menghormati. Perusahaan menyatakan akan terus memantau perkembangan isu dan mengambil langkah yang diperlukan berdasarkan hasil penelaahan dan informasi yang tersedia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0