BMKG Sebut 4 Wilayah Ini Masih Berpeluang Diguyur Hujan di Tengah Kemarau dan El Nino
BMKG memprakirakan empat wilayah di Indonesia masih berpotensi hujan pada Jumat (14/8) meski musim kemarau dan El Nino menguat. Wilayah tersebut adalah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Papua Pegunungan. Fenomena atmosfer seperti Gelombang Rossby dan Kelvin menjadi pemicu utama terbentuknya awan hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan yang masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat (14/8). Meskipun sebagian besar wilayah tengah dilanda musim kemarau dan fenomena El Nino yang menguat, peluang hujan lokal tetap ada di beberapa daerah.
Berdasarkan analisis BMKG, empat wilayah yang berpotensi diguyur hujan hari ini adalah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Papua Pegunungan. Keempat daerah ini diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas yang bervariasi.
Fenomena atmosfer yang menjadi pemicu utama adalah Gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Selatan, Jawa bagian barat, Sumatera Selatan, Lampung, hingga Papua Selatan. Sementara itu, Gelombang Kelvin diprediksi melintasi Sumatera bagian tengah hingga utara, termasuk sebagian Aceh dan Riau, serta wilayah Papua Pegunungan hingga Papua Selatan.
Selain itu, meskipun Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan berada pada fase 6-7 di Western Pacific, hasil filter spasial MJO masih menunjukkan aktivitas yang teridentifikasi serupa MJO di sebagian wilayah Sumatera, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat bagian utara, dan Papua bagian utara.
"Beberapa gangguan atmosfer tersebut masih berpotensi menginduksi pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut," demikian pernyataan BMKG dalam laman resminya, Selasa (10/8).
Di sisi lain, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang di sejumlah wilayah, yaitu Aceh, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Angin permukaan dengan kecepatan lebih dari 25 knot diperkirakan terjadi di sejumlah perairan, yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di Laut Andaman, Laut Natuna, Laut China Selatan, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Selat Makassar bagian selatan, hingga Teluk Carpentaria.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi hujan dan angin kencang diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0