Banjir di Kota Padang Meluas, Tim Gabungan Fokus Evakuasi Warga di 15 Titik

Hujan deras sejak Senin siang menyebabkan banjir meluas di Kota Padang, dengan 15 titik terdampak parah. Tim gabungan BPBD, Basarnas, dan Satpol PP fokus mengevakuasi warga, baru lima lokasi yang ditangani. Belum ada data korban jiwa dan kerugian, sementara warga diimbau waspada hujan susulan.

Aug 11, 2026 - 01:17
Aug 11, 2026 - 01:17
 0
Banjir di Kota Padang Meluas, Tim Gabungan Fokus Evakuasi Warga di 15 Titik
Banjir di Kota Padang Meluas, Tim Gabungan Fokus Evakuasi Warga di 15 Titik

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) siang hingga sore memicu banjir meluas di sejumlah wilayah. Bencana ini melumpuhkan aktivitas warga dan memaksa tim penyelamat melakukan evakuasi darurat di 15 titik lokasi terparah.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Ilham Wahab, mengonfirmasi bahwa dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar yang diguyur hujan, Kota Padang menjadi daerah dengan dampak paling parah. "Intensitas hujan di kabupaten dan kota di Sumbar cukup tinggi. Yang terparah terjadi di Kota Padang," ujarnya, Senin (3/8/2026).

Berdasarkan data sementara BPBD Sumbar, banjir tersebar di 15 titik pemukiman dan fasilitas umum. Dari jumlah tersebut, tim gabungan baru berhasil melakukan evakuasi di lima lokasi, sementara sepuluh titik lainnya masih menunggu tindakan penyelamatan. Lima lokasi yang menjadi prioritas evakuasi meliputi Lubuk Minturun, Sungai Lareh, RT 01/RW 01 Pasa Lalang Kuranji, RT 02/RW 06 Lapau Munggu Kuranji, dan Gunuang Sariak.

Adapun sepuluh titik terdampak yang belum tersentuh proses evakuasi berada di Perumahan Abi Lumin, Lubuk Timpuruang Guo, Komplek Wahana II Kuranji, Belakang RSI Siti Rahmah Aia Pacah, Belakang RSUD Rasidin Aia Pacah, SDIT Alam Ar Royan Bypass Pegambiran, SMPN 27 Sungai Sapih (belakang Balai Kota Padang), RT 01/RW 07 Pasa Lalang Kuranji, Lapau Banjuang Pasa Pagi Balaibaru Kuranji, dan Jalan Usang Sungai Sapih (Simpang Perumahan Taman Asri III).

Menanggapi besarnya dampak di lapangan, BPBD Sumbar menerjunkan puluhan personel serta mengerahkan empat unit perahu karet ke lokasi-lokasi kritis. Operasi penyelamatan dilakukan secara terpadu melalui koordinasi bersama Basarnas, Satpol PP, dan jajaran pemerintah daerah setempat.

Terkait total kerugian dan korban jiwa, Ilham menjelaskan bahwa pihak berwenang belum mengeluarkan data resmi karena fokus utama saat ini adalah keselamatan warga. "Belum ada data korban, belum ada titik pengungsian resmi, dan data kerusakan belum terhitung. Fokus utama petugas saat ini murni tindakan penyelamatan," tegasnya.

Mengingat potensi hujan susulan yang masih tinggi di kawasan Kota Padang dan sekitarnya, Ilham mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan genangan dan bantaran sungai, untuk ekstra siaga dan mewaspadai naiknya debit air. "Petugas gabungan hingga kini masih terus bersiaga di lapangan untuk memantau situasi terkini," tambahnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0