Video YouTube 2017 Ungkap Keberadaan Kucing Pasir di Libya

Sebuah video YouTube yang diunggah pada 2017 oleh fotografer Mohammed Almuntasir menjadi bukti pertama yang mengonfirmasi keberadaan kucing pasir (Felis margarita) di Libya. Penelitian yang dipimpin Firas Hayder dan diterbitkan di Journal of Arid Environments mencatat 36 pengamatan di 13 lokasi di Sahara Libya, mengungkap bahwa spesies ini memang hidup di negara tersebut meski sebelumnya belum terverifikasi secara resmi.

Aug 11, 2026 - 01:18
Aug 11, 2026 - 01:18
 0
Video YouTube 2017 Ungkap Keberadaan Kucing Pasir di Libya
Video YouTube 2017 Ungkap Keberadaan Kucing Pasir di Libya

Sebuah rekaman video berdurasi 18 detik yang diunggah di YouTube pada tahun 2017 menjadi titik awal penemuan penting tentang keberadaan kucing pasir, spesies yang dijuluki 'hantu gurun' karena kemampuannya bersembunyi. Video tersebut memperlihatkan seekor kucing kecil yang sedang berteduh di bawah semak-semak di gurun Libya, diambil oleh fotografer Mohammed Almuntasir.

Hampir satu dekade kemudian, rekaman itu dikonfirmasi sebagai bukti terdokumentasi pertama yang menunjukkan bahwa Libya merupakan habitat bagi kucing pasir (Felis margarita). Sebelumnya, keberadaan spesies ini di Libya hanya berdasarkan laporan samar dari pertengahan abad ke-20 dan belum pernah diverifikasi secara resmi.

Almuntasir mengaku langsung mengenali hewan tersebut saat merekamnya karena pernah melihat kucing pasir beberapa kali di malam hari. Namun, ia tidak menyadari nilai ilmiah rekamannya dan mengira spesies ini sudah terdokumentasi di Libya. Firas Hayder, pakar karnivora kecil Afrika Utara, sangat terkejut ketika menghubungi Almuntasir dan mengetahui bahwa video itu direkam di wilayah Al-Hamada Al-Hamra, gurun Libya yang berbatasan dengan Tunisia.

Setelah itu, keduanya bekerja sama untuk mengumpulkan catatan dokumentasi keberadaan kucing pasir di Libya. Upaya mereka menghasilkan penelitian berjudul 'Rediscovering desert ghosts' yang diterbitkan di Journal of Arid Environments pada Februari tahun ini. Penelitian yang melibatkan tujuh peneliti ini dipimpin oleh Hayder secara jarak jauh, dengan Almuntasir yang dibantu pemandu lokal untuk melacak dan mengamati hewan-hewan tersebut.

Kucing pasir dikenal aktif berburu tikus dan reptil di malam hari, serta memiliki kemampuan menggali yang andal. Mereka menghabiskan siang hari di dalam lubang tanah dan mampu bertahan hidup tanpa air minum, hanya mengandalkan cairan dari darah mangsa. Kebiasaan menjelajah jarak jauh dan angin gurun yang cepat menghapus jejak kaki membuat spesies ini sulit diteliti.

Dari total 36 catatan pengamatan dalam penelitian tersebut, Almuntasir menyumbang 24 pengamatan. Keberadaan kucing pasir tercatat di 13 titik lokasi di kawasan Sahara Libya. Meski demikian, penelitian ini menekankan masih adanya 'celah pengetahuan yang besar' yang perlu ditutup untuk memastikan spesies ini tidak punah dan tetap lestari di Libya maupun wilayah lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0