Trump Rutin Unggah Foto AI Bareng Presiden Era Lalu, Pakar Bongkar Motif Sesungguhnya

Presiden AS Donald Trump kembali mengunggah sejumlah gambar dan video hasil kecerdasan buatan di Truth Social, termasuk dirinya bersama George Washington. Para pakar komunikasi menduga unggahan rutin itu bukan sekadar narsisme, melainkan sarana propaganda politik, pengalih perhatian dari berita buruk, hingga upaya membangun citra setara para presiden pendahulu.

Oct 1, 2026 - 00:02
Oct 1, 2026 - 00:02
 0
Trump Rutin Unggah Foto AI Bareng Presiden Era Lalu, Pakar Bongkar Motif Sesungguhnya
Trump Rutin Unggah Foto AI Bareng Presiden Era Lalu, Pakar Bongkar Motif Sesungguhnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah rutin mengunggah gambar dan video hasil kecerdasan buatan atau AI di platform Truth Social. Sejumlah pakar komunikasi menilai unggahan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan mengandung dimensi propaganda politik, dorongan narsistik, hingga upaya mendistorsi realitas.

Pada akhir pekan lalu, Trump mengunggah tiga postingan yang menampilkan dirinya bersama Presiden pertama AS George Washington. Dalam gambar-gambar itu, Trump terlihat sedang menandatangani peta dengan pena bulu, menunggang kuda, dan berjalan-jalan di sekitar ballroom yang ingin ia bangun di Gedung Putih. Hingga kini, para ahli belum sepenuhnya yakin apa tujuan sebenarnya di balik intensitas unggahan AI Trump yang terbilang cukup rutin belakangan ini.

Profesor Komunikasi di Universitas Rhode Island, Rene Hobbs, menilai unggahan tersebut kemungkinan besar merupakan cara Trump memproyeksikan obsesinya terhadap bagaimana ia akan dikenang dalam sejarah. Namun, ia menyoroti pula waktu pengunggahannya yang dinilai menyiratkan unsur kesengajaan. Gambar AI Trump bersama Washington muncul bersamaan dengan tersiarnya berita buruk soal kondisi kapal induk USS Abraham Lincoln yang tengah ditempatkan di Timur Tengah.

Menurut Hobbs, kebetulan semacam itu tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia menyebut unggahan media sosial tersebut berfungsi menggantikan berita yang sesungguhnya. Gambar-gambar itu, kata dia, sengaja dibuat terkesan konyol agar dibagikan, diejek, dan diperdebatkan, sehingga mampu mendominasi lini masa media sosial dan mengalahkan pemberitaan lain.

Pandangan berbeda datang dari Profesor Komunikasi Universitas Illinois, Cara Finnegan. Ia menilai unggahan tersebut bukan hanya soal pengalihan isu atau narsisme, tetapi juga upaya menunjukkan kedekatan Trump dengan para presiden pendahulu, bahkan menempatkan dirinya setara dengan mereka. "Dia tidak hanya memosisikan dirinya sebagai 'Saya terkoneksi dengan Washington', dia hampir memosisikan dirinya sebagai rekan Washington," ujar Finnegan.

Finnegan menambahkan, gambar AI itu juga berpotensi memiliki tujuan praktis. Video AI yang menampilkan Trump dan Washington di ruang dansa Gedung Putih diunggah berbarengan dengan dorongan pemerintah kepada Mahkamah Agung agar mengizinkan pembangunan ballroom dilanjutkan. Menurutnya, Trump seolah menggunakan meme Washington di ruang dansa tersebut untuk menyampaikan bahwa Mahkamah Agung semestinya mendukung pembangunan itu sebagai sikap patriotik.

Meski demikian, Finnegan mengakui masih belum jelas apakah unggahan tersebut sengaja dikoordinasikan atau tidak. Ia menduga kuat hal itu bukan kebetulan, dan bisa berfungsi sebagai pengalih perhatian, penguat perannya sebagai presiden, atau berkaitan dengan keputusan kebijakan tertentu.

Sementara itu, Michael Spikes, asisten profesor sekaligus direktur Program Jurnalisme Teach for Chicago di Northwestern University, menyoroti pilihan platform yang digunakan Trump dan kekhawatiran bahwa gambar AI pada akhirnya dapat menyesatkan publik. Menurut Spikes, frekuensi unggahan Trump berpotensi membuat orang dan media terbiasa dengan gambar-gambar hasil AI tersebut.

Spikes menilai publik belum sampai pada tahap di mana gambar yang dihasilkan secara artifisial begitu banyak bermunculan sehingga orang-orang bisa tertipu. Namun, ia mengingatkan bahwa dampaknya mungkin akan perlahan memudar seiring berjalannya waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0