Mendag Budi Santoso Tanggapi Fenomena Beras Khusus di Ritel Modern, Sebut Pasar Berbeda

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai maraknya beras khusus di ritel modern tidak menggeser penjualan beras medium dan premium karena segmen pasarnya berbeda. Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah juga menyebut konsumen memiliki daya beli dan kebutuhan masing-masing, serta meminta ritel memastikan produk sesuai klaim kemasan.

Oct 1, 2026 - 00:02
Oct 1, 2026 - 00:02
 0
Mendag Budi Santoso Tanggapi Fenomena Beras Khusus di Ritel Modern, Sebut Pasar Berbeda
Mendag Budi Santoso Tanggapi Fenomena Beras Khusus di Ritel Modern, Sebut Pasar Berbeda

Menteri Perdagangan Budi Santoso angkat bicara mengenai semakin banyaknya jenis beras khusus yang dijual di ritel modern. Menurutnya, kehadiran produk beras dengan karakteristik tertentu tidak otomatis menggerus penjualan beras medium maupun premium karena keduanya menyasar segmen pasar yang berbeda.

"Saya pikir pasarnya beda, pangsanya berbeda. Makanya sekarang juga (Perum) Bulog juga sudah menyediakan untuk beras premium dan medium. Saya pikir itu pangsanya berbeda," ujar Budi di Kemendag Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

Budi menjelaskan, beras khusus merupakan bagian dari variasi produk yang dikembangkan produsen untuk memenuhi kebutuhan pasar. Ia menegaskan produsen tetap diberi ruang berkreasi selama tidak melanggar ketentuan dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

"Bukan semata-mata mengisi market ya, tapi kan namanya produsen itu kan kreatif, ya namanya orang jualan. Tetapi (beras) medium-premium tetap jalan. Silakan saja itu kan sesuai, enggak melanggar aturan ya, sepanjang tadi diikuti standar sesuai dengan yang dia tentukan. Jangan sampai juga enggak sesuai dengan apa yang disampaikan," tuturnya.

Saat ini beras khusus kian mudah ditemukan di ritel modern, mulai dari beras long grain hingga produk yang dipasarkan untuk kebutuhan tertentu, seperti beras bagi penderita diabetes dan beras fortifikasi yang diperkaya vitamin.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah sebelumnya juga menilai kehadiran produk tersebut tidak serta-merta menggeser beras medium maupun premium. Menurutnya, konsumen memiliki daya beli dan kebutuhan yang beragam.

"Sebenarnya kalau anggota Hippindo mempunyai konsep ya, setiap market tuh punya kelas ya. Jadi ada beras yang (harus sesuai) HET (harga eceran tertinggi), ada beras yang memang mahal. Konsumen itu mempunyai daya beli masing-masing. Ya ada yang memang (mencari beras) organik misalnya," kata Budihardjo, melansir CNBC Indonesia.

Ia menekankan ritel bertanggung jawab memastikan produk yang dijual sesuai dengan informasi pada kemasan, terutama untuk beras yang membawa klaim khusus seperti organik atau memiliki kandungan tertentu. "Namun yang kami harapkan, sebagai sektor ritel kami kan bukan produsen, menjualnya harus sesuai. Kalau ngomongnya organik harus organik. Jadi itu adalah perlindungan konsumen," ujarnya.

Budihardjo menambahkan, beragamnya beras khusus muncul mengikuti kebutuhan konsumen yang semakin spesifik, termasuk warga negara asing yang tinggal di Indonesia dan mencari beras sesuai preferensi asal negaranya. Karena itu, ia menilai beras khusus dan beras medium maupun premium dapat tetap berjalan lantaran menyasar konsumen yang berbeda, dengan catatan produk berklaim tertentu benar-benar memenuhi informasi yang dicantumkan agar tidak merugikan konsumen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0