Tendangan Membahayakan di Piala Soeratin U-13, Pemain Mataram Utama Dilarang Bermain dan Didenda Rp10 Juta
Pemain Mataram Utama, Firmansyah Purbo Wicaksono, dijatuhi sanksi larangan bermain hingga kompetisi selesai dan denda Rp10 juta oleh Asprov PSSI DIY. Sanksi ini buntut tendangan berbahaya yang mengenai kepala pemain Baturetno FC pada babak enam besar Piala Soeratin U-13 regional DIY. Hukuman tidak bisa diajukan banding.
Asprov PSSI DIY menjatuhkan sanksi tegas kepada pemain Mataram Utama, Firmansyah Purbo Wicaksono, berupa larangan bermain hingga kompetisi selesai. Selain itu, pemain tersebut juga dikenai denda sebesar Rp10 juta. Keputusan ini diumumkan oleh Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Seno Aji, pada Senin (24/8).
Sanksi tersebut merupakan buntut dari aksi tendangan membahayakan yang dilakukan Firmansyah saat Mataram Utama menghadapi Baturetno FC pada babak enam besar Piala Soeratin U-13 regional DIY. Insiden terjadi di Lapangan Dwi Windu, Bantul, Kamis (20/8). Dalam rekaman video yang beredar, Firmansyah terlihat melompat dan mengangkat kaki tinggi hingga mengenai kepala pemain Baturetno, Adskhan Jarrar Fauzy, yang kemudian tersungkur di lapangan.
Menurut Wendy, hukuman ini merujuk pada Kode Disiplin Tahun 2025 pasal 48 jo pasal 49 dan pasal 78. Ia menegaskan bahwa tim maupun pemain tidak dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut, sesuai dengan pasal 117 Kode Disiplin Tahun 2025. Jika pelanggaran serupa terulang, sanksi yang lebih berat akan dijatuhkan.
Meski demikian, kedua tim telah melakukan mediasi pada Sabtu (22/8) dan sepakat untuk saling memaafkan. Wendy menyampaikan bahwa sudah ditemukan kata mufakat untuk membangun sepak bola yang positif ke depannya. Ia juga menekankan bahwa penanganan kasus ini bukan semata-mata berorientasi pada hukuman, mengingat Piala Soeratin U-13 merupakan ajang pembinaan pemain usia muda.
"Kasusnya adalah pada saat di kelompok usia ini tidak bisa diperlakukan hukuman seperti itu, karena ini sifatnya adalah di kelompok umur, masih proses pembinaan," ungkap Wendy.
Sementara itu, Adskhan Jarrar Fauzy yang menjadi korban sempat mengeluh pusing dan mual dalam perjalanan pulang usai laga, sehingga harus menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Kini kondisinya dilaporkan sudah membaik dan diperbolehkan pulang. Wendy berharap pemain tersebut segera pulih dan dapat kembali memperkuat timnya di Piala Soeratin U-13 2026.
Dengan sanksi ini, Firmansyah dipastikan tidak akan tampil jika Mataram Utama lolos ke putaran nasional. Keputusan ini menjadi peringatan bagi seluruh peserta kompetisi usia muda untuk menjaga sportivitas dan keselamatan pemain di lapangan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)