Tak Punya Jaminan Pensiun, Begini Cara Pekerja Informal Siapkan Dana Hari Tua
Pekerja informal tak punya jaminan pensiun otomatis seperti PNS atau karyawan swasta, sehingga harus menyiapkan dana hari tua secara mandiri. Perencana keuangan menyarankan mulai sedini mungkin, menghitung target dengan rule of 4 persen, meniru alokasi iuran 5,7 persen ala pekerja formal, hingga memproyeksikan kebutuhan berdasarkan angka harapan hidup 72 tahun.
Pekerja informal menghadapi tantangan berbeda dibanding PNS atau karyawan swasta dalam menyiapkan masa pensiun. Tanpa potongan dana pensiun otomatis dari perusahaan, pekerja mandiri harus membangun jaminan hari tuanya sendiri agar tidak rentan secara finansial saat tak lagi produktif bekerja.
Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning, Budi Rahardjo, menekankan bahwa kunci utama adalah mulai menyisihkan dana sedini mungkin. Semakin cepat dimulai, semakin kecil persentase pendapatan yang perlu dialokasikan karena periode investasi menjadi lebih panjang.
"Misalnya, apabila kita ingin mempersiapkan dana hari tua dengan gaya hidup yang sama apabila dimulai di umur 20-an dengan rencana pensiun di usia 55 mungkin cukup dengan menyisihkan sekitar 10-15 persen dari pendapatan. Namun, akan berbeda ketika dimulai di usia 40-an yang bisa mencapai 40 persen dari pendapatan," ujar Budi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/11).
Selain soal waktu, Budi mengingatkan pentingnya menempatkan dana pada instrumen yang efisien secara pajak, serta melengkapinya dengan dana darurat dan proteksi. Menurutnya, dana darurat dan proteksi yang memadai diperlukan agar hasil akumulasi investasi tidak tergerus untuk kebutuhan mendesak.
Untuk menghitung target dana pensiun, Budi menyarankan metode praktis "Rule of 4 persen", yakni membagi estimasi pengeluaran tahunan dengan angka 4 persen. Contohnya, bila pengeluaran Rp5 juta per bulan atau Rp60 juta per tahun, maka kebutuhan dana hari tua mencapai Rp1,5 miliar. Namun, angka itu belum memperhitungkan inflasi.
Dari sisi kedisiplinan, Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho menyarankan pekerja mandiri meniru skema pemotongan gaji yang diterapkan perusahaan. Ia menyebut iuran pensiun standar sektor formal bisa menjadi patokan awal, yakni total 5,7 persen per bulan atau dibulatkan menjadi 6 persen, yang dialirkan sendiri ke instrumen seperti Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) atau aset investasi lain.
Andi juga menawarkan pendekatan alternatif dengan menghitung selisih usia pensiun dan rata-rata angka harapan hidup Indonesia, yaitu 72 tahun. Bagi yang ingin pensiun di usia 56 tahun, berarti ada jeda 16 tahun masa pensiun. Dengan estimasi pengeluaran Rp7 juta per bulan, total dana yang dibutuhkan adalah (Rp7 juta x 12 bulan) x 16 tahun = Rp1,344 miliar.
Meski demikian, Andi menegaskan angka tersebut masih merupakan perhitungan dasar yang perlu disesuaikan dengan asumsi laju inflasi dan kondisi kesehatan masing-masing individu di masa mendatang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)