Startup AS Nekat Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar, Baru Sampai 80 Ribu Tahun

Startup asal Amerika Serikat, Fermi Explorer, berencana meluncurkan wahana antariksa menuju Alpha Centauri pada 2029 dengan modal US$15 juta atau sekitar Rp265 miliar. Perjalanan ke bintang berjarak 4,4 tahun cahaya itu diperkirakan memakan waktu 80 ribu tahun, jauh melampaui usia manusia saat ini.

Oct 4, 2026 - 00:01
Oct 4, 2026 - 00:01
 0
Startup AS Nekat Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar, Baru Sampai 80 Ribu Tahun
Startup AS Nekat Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar, Baru Sampai 80 Ribu Tahun

Sebuah perusahaan rintisan asal Amerika Serikat, Fermi Explorer, mengumumkan rencana ambisius untuk mengirim wahana antariksa ke Alpha Centauri, sistem bintang yang berjarak 4,4 tahun cahaya atau sekitar 40 triliun kilometer dari Bumi. Yang membuat rencana ini mencuri perhatian, seluruh misi tersebut hanya dibiayai sekitar US$15 juta atau setara Rp265 miliar.

Wahana kecil itu dijadwalkan meluncur pada 2029. Namun, perjalanan menuju Alpha Centauri diperkirakan memakan waktu hingga 80 ribu tahun. Artinya, tidak ada satu pun manusia yang hidup hari ini akan menyaksikan wahana tersebut tiba di tujuan.

Pendiri sekaligus presiden Fermi Explorer, Philip Johnston, menyatakan tujuan jangka panjang misi ini bukan sekadar mencapai bintang terdekat, melainkan menginspirasi generasi mendatang agar menemukan cara perjalanan antarbintang yang jauh lebih cepat. "Kami berharap menjadi yang pertama berangkat dan terakhir sampai di Alpha Centauri," ujarnya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Gizmodo.

Johnston juga menyinggung proyek serupa yang pernah diumumkan pengusaha teknologi Yuri Milner pada 2016, yakni Breakthrough Starshot dengan nilai US$100 juta. Hingga kini, proyek tersebut belum mengumumkan tanggal peluncurannya. "Kami tidak ingin menjadi Breakthrough Starshot yang lain. Kami bertekad untuk benar-benar meluncurkan sesuatu," tegas Johnston.

Untuk mewujudkannya, Fermi Explorer akan memakai sistem pendorong bertenaga surya yang sudah teruji guna meningkatkan kecepatan secara bertahap. Misi ini mengandalkan desain yang dikembangkan sebuah laboratorium penelitian fisika AI bernama Physical Superintelligence. Setelah diluncurkan, wahana akan mengelilingi Matahari selama 12 tahun dan menjalani serangkaian manuver pembakaran untuk mencapai kecepatan yang ditargetkan sebelum akhirnya keluar dari tata surya dan memulai perjalanan antarbintang.

Johnston menyadari betul bahwa roket tersebut tidak akan mampu mencapai Alpha Centauri dalam rentang hidup mereka. "Tak seorang pun dari kita akan berada di sini ketika perjalanan ini berakhir, dan itulah intinya," tuturnya. Menurut dia, misi ini adalah langkah pertama yang akan mendorong generasi berikutnya melampaui keterbatasan yang ada sekarang.

Sepanjang sejarah manusia, baru dua roket yang berhasil menjelajah keluar tata surya, yaitu Voyager 1 dan Voyager 2. Voyager 1 menjadi objek buatan manusia dengan jelajah terjauh, bergerak hampir 70 ribu kilometer per jam dan telah menempuh 25,67 miliar kilometer sejak diluncurkan pada 1977.

Fermi Explorer akan membawa muatan seberat 1 kilogram dalam kotak berpelindung berukuran 10 x 10 sentimeter. Perusahaan membuka periode pengajuan proposal selama tiga bulan untuk muatan ilmiah dan artistik yang akan dibawa ke Alpha Centauri. Misi ini juga berencana menyertakan salinan digital Golden Record milik Voyager serta pesan-pesan dari anak-anak di seluruh dunia.

Mantan perwira Angkatan Udara AS, Garrett Jameson, yang akan memimpin operasional harian, menilai bagian paling menginspirasi dari misi ini adalah pesan bahwa manusia tidak perlu menunggu kondisi sempurna untuk memulai sesuatu. "Kita dapat merangkul keterbatasan, membangun apa yang mungkin dilakukan sekarang, dan memberikan sesuatu yang bermakna bagi generasi berikutnya untuk dikembangkan," kata Jameson.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0