Lima Tahun Bui Menanti, Eks Presiden Ekuador Tetap Bersikeras Tak Terima Seperak pun Suap China

Pengadilan Ekuador menjatuhkan vonis lima tahun penjara kepada mantan Presiden Lenin Moreno dalam kasus suap proyek Bendungan Coca Codo Sinclair oleh perusahaan China Sinohydro. Moreno menegaskan tidak pernah menerima sepeser pun dan akan mengajukan banding, sementara istri serta sejumlah kerabatnya juga turut dihukum.

Oct 4, 2026 - 00:01
Oct 4, 2026 - 00:01
 0
Lima Tahun Bui Menanti, Eks Presiden Ekuador Tetap Bersikeras Tak Terima Seperak pun Suap China
Lima Tahun Bui Menanti, Eks Presiden Ekuador Tetap Bersikeras Tak Terima Seperak pun Suap China

Pengadilan Ekuador memvonis mantan Presiden Lenin Moreno dengan hukuman lima tahun penjara. Vonis ini dijatuhkan terkait kasus suap yang melibatkan perusahaan asal China, Sinohydro, dalam pembangunan bendungan pembangkit listrik tenaga air terbesar di negara itu.

Kejaksaan Ekuador melalui akun X pada Jumat (28/8) menyatakan bahwa Moreno, yang memimpin Ekuador pada periode 2017 hingga 2021, termasuk di antara 20 orang yang dinyatakan bersalah. Kasus ini berkaitan dengan proyek pembangunan Bendungan Coca Codo Sinclair yang digarap Sinohydro.

Menurut jaksa, Sinohydro membayar suap dengan total mencapai US$76 juta. Nilai tersebut setara sekitar empat persen dari keseluruhan biaya proyek pembangkit listrik tenaga air tersebut. Selain Moreno, dua mantan manajer pembangkit listrik itu juga ikut dinyatakan bersalah dalam perkara yang sama.

Moreno sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di bawah pemerintahan presiden sosialis Rafael Correa ketika dugaan korupsi tersebut berlangsung antara 2007 dan 2013. Ia kemudian menggantikan Correa sebagai presiden dengan dukungan mantan atasannya itu, namun hubungan keduanya memburuk setelah Moreno beralih ke politik kanan dan semakin mendekat ke Amerika Serikat.

Dikutip dari AFP, Moreno yang kini berusia 73 tahun telah menyatakan akan mengajukan banding atas putusan pengadilan. Selain dirinya, istri dan sejumlah kerabat Moreno juga dijatuhi hukuman hampir tiga tahun penjara karena terlibat dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, jaksa menuntut hukuman enam setengah tahun penjara bagi Moreno. Namun majelis hakim memutuskan vonis yang lebih ringan dari tuntutan tersebut.

Usai putusan dibacakan pada Jumat, mantan utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk isu disabilitas itu bersikeras tidak pernah menerima "satu sen pun" dari Sinohydro. Ia menuding kasus ini sebagai bagian dari "rezim Correa" dan menyebut mantan pendukung yang kemudian menjadi rivalnya itu "berjanji akan membalas dendam kepada saya".

Correa sendiri juga telah dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi. Hingga kini, ia masih berada di pengasingan di Belgia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0