Bukan Hanya di Kantor Catatan Sipil, Daftar Nikah di China Kini Bisa di Bank hingga Rumah Sakit
China memperluas layanan pendaftaran pernikahan ke lokasi tak konvensional seperti bank dan rumah sakit demi menggenjot angka pernikahan yang menurun. Setelah aturan hukou diperbarui pada Mei 2025, lebih dari 500 lokasi pendaftaran berdiri di luar kantor catatan sipil. Meski sempat naik 22,5 persen pada kuartal ketiga 2025, angka pernikahan kembali turun 7,5 persen pada paruh pertama 2026.
Pemerintah China terus mencari cara untuk mendorong angka pernikahan yang kian menurun. Kali ini, layanan pendaftaran pernikahan hadir di tempat-tempat yang jauh dari kesan kantor catatan sipil, termasuk bank dan rumah sakit.
Pada Agustus ini, Bank Tabungan Pos China di Tianjin mencatatkan diri sebagai bank pertama di Negeri Tirai Bambu yang menyediakan layanan pendaftaran pernikahan. Tak lama berselang, Rumah Sakit Ibu dan Anak di Zibo menyusul dengan mengumumkan layanan serupa.
Pihak rumah sakit menyebut layanan itu mempermudah calon pengantin karena pendaftaran pernikahan, pemeriksaan pranikah, dan bimbingan pra-konsepsi bisa dilakukan di satu tempat. Langkah ini pun menjadi perpanjangan upaya pemerintah China mengatasi tren penurunan pernikahan yang kerap disebut sebagai resesi seks.
Inisiatif tersebut langsung memantik perbincangan hangat di kalangan warganet China. Banyak dari mereka bergurau agar firma hukum, kantor polisi, kampus, hingga bandara ikut membuka layanan yang sama demi mempermudah hidup masyarakat.
Sebenarnya, pendaftaran pernikahan di lokasi tak biasa bukan hal yang benar-benar baru. Pada Januari lalu, Bandara Internasional Guangzhou Baiyun di Guangdong menjadi bandara pertama di China yang mengeluarkan sertifikat pernikahan. Sementara pada Agustus ini, sebuah stasiun metro di Hefei menjadi fasilitas transportasi pertama yang menawarkan pendaftaran pernikahan. Di Shanghai, sebuah klub malam bahkan bekerja sama dengan biro urusan sipil setempat untuk menggelar upacara sertifikasi pernikahan khusus.
Perkembangan ini tak lepas dari pembaruan aturan pendaftaran pernikahan pada Mei 2025. Dalam aturan anyar itu, pasangan diperbolehkan menikah di luar lokasi hukou dan tidak lagi wajib menunjukkan buku hukou saat mendaftar. Hukou sendiri merupakan sistem registrasi rumah tangga atau kependudukan di China, yang menentukan akses seseorang terhadap sejumlah layanan publik.
Sejak aturan tersebut berlaku, tempat pendaftaran pernikahan nonkonvensional bermunculan, mulai dari tempat wisata, stasiun metro, hingga bank dan rumah sakit. Hingga Mei 2026, satu tahun setelah aturan baru diterapkan, China dilaporkan memiliki lebih dari 500 lokasi pendaftaran pernikahan di luar kantor catatan sipil.
Hasil awal sempat tampak menjanjikan. Pada kuartal ketiga 2025, sebanyak 1,61 juta pasangan mendaftarkan pernikahan, naik 22,5 persen dibandingkan tahun 2024. Namun, pada paruh pertama 2026, angka pernikahan di China kembali turun 7,5 persen dari tahun sebelumnya.
Sejumlah warganet menilai inisiatif pendaftaran pernikahan yang lebih praktis itu sia-sia. Salah satunya menyebut yang menghambat kaum muda menikah bukanlah prosedur rumit, melainkan kepercayaan diri menghadapi tantangan hidup di dekade mendatang. Warganet lain menambahkan bahwa orang-orang secara bersamaan takut akan beban keuangan, konflik keluarga, dan hilangnya kebebasan pribadi akibat pernikahan, sekaligus tidak lagi menganggap pernikahan sebagai hal penting dalam hidup.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0